PPDB SMA PGRI 6 Denpasar Dibatasi 4 Rombel

    


Drs. Nyoman Winata, M.Hum - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 di SMA PGRI 6 Denpasar dibatasi. Yakni, hanya empat rombongan belajar (rombel) dengan jumlah 36 siswa perkelas.

“Total penerimaan siswa tahun ajaran ini hanya 144 siswa,” kata Kepala SMa PGRI 6 Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolahnya di Denpasar, Kamis (12/4) kemarin.

Menurutnya, pembatasan kuota tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 17 tahun 2017 tentang kuota penerimaan peserta didik baru.

“Dalam Permendikbud tersebut, jumlah siswa per kelas hanya 36 siswa,” ungkapnya.

Sedangkan animo masyarakat yang ingin anaknya melanjutkan di sekolah yang terletak di jalan Merdeka X No. 6 Denpasar ini, tambahnya, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatkan.

Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya jumlah penerimaan siswa baru.

“Tahun ajaran kemarin, kita menerima siswa sebanyak 120 anak,” tambahnya.

Lebih lanjut menjelaskan, minat yang semakin tinggi tersebut tidak terlepas dari fasilitas dan program yang ditawarkan sekolahnya. Yakni SMA plus Pariwisata dengan. Program Perhotelan, Jasa Boga, dan Multimedia.

Sedangkan fasiltas pendukung yang dimiliki sekolah, mulai dari lab komputer, lab IPA, tempat praktik front office, house keeping, serta fasilitas lainnya.

“Siswa juga kita kirim untuk melakukan praktik lapangan atau on the job training. Jadi setelah mereka lulus sekolah kita, mendapatkan tiga ijasah. Yaitu ijasah dari sekolah, sertifikat jurusan, dan juga sertifikat on the job training,” lanjutnya.

Dengan program plus tersebut, ujarnya, output lulusan dari sekloahnya sudah siap kerja atau membuat usaha sendiri. Karena, telah memiliki ketrampilan.

“Tahun kemarin, tujuh siswa kami juga lulus di universitas Udayana tanpa tes. Mereka diantaranya diterima ada di fakultas bahasa ingris, teknik dan hukum,” ungkapnya.

Sementara terkait UNBK yang merupakan pertamakali bagi sekolahnya tersebut, diikuti sebanyak 60 siswa.

“Kita siapkan 23 komputer plus 2 server dengan sistem tiga sesi. Dan komputer itu milik sendiri,” jelasnya. (*)

Hits: 4