PPDB Online SMK N 1 Purworejo, Jurusan Mesin Jadi Favorit

    


Suasana PPDB online di SMK N 1 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Memasuki hari ketiga, Rabu (4/7) PPDB online di SMK N 1 Purworejo, jumlah pendaftar sudah mencapai 690 siswa. Untuk kuotanya sendiri, yang dibutuhkan hanya 384 siswa, untuk tujuh kejuruan.

Ketujuh kejuruan ini, Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan (KGSP), satu kelas, Design Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), dua kelas, Design Interior dan Teknik Furniture (DITF), satu kelas, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) tiga kelas, Teknik Permesinan (TP), dua kelas, Teknik Pengelasan (T.Las), satu kelas, dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), dua kelas.

“Hingga saat ini, nilai tertinggi untuk pendaftar 36,91. Dan jurusan paling favorit, teknik permesinan. Hampir semua pendaftar memilih jurusan ini pada pilihan pertamanya. Khusus untuk jurusan KGSP dan DITF, waktu belajarnya 4 tahun,” jelas Humas SMK N 1 Purworejo, Sugeng Wiyono, ST, MEng, mewakili Kepala Sekolah, Budiyono, SPd, MPd, Rabu (4/7).

Dengan sistem online, kata Sugeng, pendaftar juga diuntungkan, karena ada 4 pilihan disini. Jika pilihan pertama tidak masuk great, maka akan secara otomatis masuk di pilihan selanjutnya. Begitu seterusnya.

Khusus di SMK, ujar Sugeng, ada test khusus dalam PPDB. Di SMK N 1 Purworejo, test khusus ini dalam bentuk tes fisik dan psikotest. Dalam test fisik, dilakukan pengecekan untuk mengetahui apakah siswa tersebut bertato, bertindik, atau buta warna, dan cek kehadiran di sekolah lewat raport. Dalam test psikotest, isinya test potensi akademik dasar.

“Hasil test khusus ini, juga ikut mempengaruhi perangkingan siswa. Prosentasenya, hasil UN 85%, test khusus 15%,” terang Sugeng.

Sesuai aturan PPDB, lanjut Sugeng, sekolah wajib memprioritaskan pendaftar yang memiliki SKTM (surat keterangan tidak mampu), anak guru di sekolah tersebut, dan anak yang memiliki prestasi kejuaraan tingkat nasional (juara 1), dan juara internasional.

“Di SMK 1, jumlah pendaftar yang memiliki SKTM mencapai 50%. Hasil seleksi perangkingan bisa dilihat dengan membuka website: https://jalan,” pungkas Sugeng. (Jon)