Potensi Perikanan Budidaya di Banyuasin Setara dengan Vietnam

    


Ketua Komisi IV DPR-RI Edhy Prabowo mengadakan kunker bersama KKP di Banyu Asin - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyinggung akan besarnya potensi pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Banyuasin.

Ia meyakini jika potensi tersebut dikembangkan akan mampu membuat Banyuasin sebagai salah satu sentra dan penghasil utama produksi perikanan budidaya.

“Sebagai daerah yang memiliki lembah sungai Musi cukup luas sekaligus menjadi muaranya, Banyuasin memiliki 3 potensi budidaya ikan sekaligus, tawar, payau maupun laut,” ujarnya.

”Saya sempat rasakan air di sini. Saya yakin air di sini banyak yang memiliki kadar salinitas 3-5 per mil, ini potensial dan sangat cocok untuk pemeliharaan berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, mas, dan patin,” tambahnya.

Slamet juga meyakini bahwa dengan potensi dan karakteristik perairan yang dimiliki Kabupaten Banyuasin akan mampu menjadi sentra produksi ikan patin seperti di Vietnam.

”Saya pernah ke Vietnam, kenapa produksi patinnya tinggi? Karena sungai Mekongnya, di Sungai Mekong kadar oksigennya tinggi, salinitasnya juga bisa 3-5 promil,” jelasnya demikian.

Kabupaten Banyu Asin, kata Slamet memiliki kemiripan itu. Pasang surut tinggi, membuat kadar oksigennya juga tinggi dan salinitasnya cocok untuk budidaya berbagai jenis ikan air tawar di samping ikan bandeng.

“kita akan kawal, kita petakan dengan tepat mana saja lokasi yang pas untuk budidaya udang, bandeng dan air tawar,” jelasnya.

Dalam kunjungan ini, Slamet menyerahkan secara langsung dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan antara lain benih ikan lele sejumlah 140.000 ekor, benih ikan patin 110.000 ekor, benih ikan bandeng 100.000 ekor, bantuan pakan mandiri sebanyak 25.000 kg, 5 paket budidaya lele sistem bioflok, 1 unit mesin pakan mandiri lengkap dengan bahan bakunya.

Termasuk pinjaman pembiayaan melalui BLU-LPMUKP untuk 2 Pokdakan senilai Rp. 350.000, dan pembagian kartu KUSUKA untuk 3 pelaku usaha budidaya yang telah tervalidasi.

Selain itu, KKP juga memberikan pelatihan berbagai keahlian dalam usaha perikanan kepada masyarakat pembudidaya ikan Banyuasin melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Medan.

Sementara, Ketua Komisi IV DPR-RI Edhy Prabowo menjelaskan kunker ini ditujukan untuk melihat perkembangan kemajuan perikanan budidaya di Kabupaten Banyu Asin sekaligus peluang pengembangan potensi perikanan budidaya yang ada.

“Selain untuk memastikan bahwa pembangunan perikanan berjalan baik dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, kami ingin melihat potensi yang ada sehingga KKP dapat membangun tambak atau kolam ikan percontohan yang tepat” ujar Edhy. (*)