Polres Purworejo Inisiasi Doa Bersama dan Silaturahmi Akbar

    


Suasana silaturahim akbar dan doa bersama, yang berlangsung di Mapolres Purworejo, Jum'at malam (20/10) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk mengantisipasi radikalisme, intoleransi, dan bencana alam, guna terciptanya situasi yang aman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Purworejo, Polres Purworejo menggelar kegiatan silaturahim akbar dan doa bersama, Jum’at malam (20/10).

Kegiatan yang berlangsung di halaman belakang Mapolres dihadiri Ketua MUI Purworejo, ketua FKUB, pimpinan Forkompinda, Ketua Dewan Suriah NU Purworejo, sejumlah pimpinan pondok pesantren, serta sekitar 1.500 undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Acara silaturahim akbar dan doa bersama tersebut, menghadirkan Wan Hasan (KH Hasan Agil Baa’bud), pimpinan Ponpes Al Iman, Bulus, Gebang, yang juga Ketua Dewan Suriah NU Kabupaten Purworejo sebagai pengisi tausiah. Dan di penghujung acara, doa bersama juga dipimpin oleh Wan Hasan.

Dalam amanatnya, Kapolres Purworejo, AKBP Teguh Tri Prasetya, SIK mengatakan, bahwa saat ini, situasi yang terjadi secara nasional pada umumnya, banyak tindak kekerasan, kejahatan trans nasional, juga adanya pertikaian antar warga yang disebabkan pertentangan dan perbedaan yang melatarbelakangi. Juga adanya bencana alam karena cuaca ekstrim yang sulit diprediksi.

Untuk mengatasi permasalahan itu, jelas Teguh, perlu upaya terpadu antara komponen masyarakat dengan lembaga pemerintah. Hal itu, dimulai dari kedekatan antar lembaga pemerintah, TNI-POLRI, dengan seluruh komponen masyarakat, kemudian dicari akar masalahnya.

“Selanjutnya akan didapat solusi yang tepat, dengan saling menghormati dan menghargai berbagai pendapat, sehingga dijauhkan dari perpecahan dan perselisihan,” kata Teguh, di hadapan para peserta doa bersama.

Dalam menghadapi kondisi alam di wilayah Kabupaten Purworejo, dengan banyaknya pegunungan dan struktur tanah yang mudah longsor, Teguh meminta untuk saling mengingatkan, sebagai upaya pencegahan dini.

Sehingga apabila terjadi cuaca ekstrim, agar dapat mengambil posisi aman dan untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi, ujar Teguh.

“Sebuah usaha, harus dibarengi dengan doa. Dan itulah yang kami lakukan, agar Kabupaten Purworejo aman dan kondusif, serta dijauhkan dari bencana alam,” pungkas Teguh. (Jon)