Polisi Ungkap Praktik Perdagangan Liar Satwa Dilindugi di Pasar Sukatani Bekasi

    


Subdit III Sumdaling Diektorat Reskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap praktik kejahatan perdagangan satwa dilindungi - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Subdit III Sumdaling Diektorat Reskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap praktik kejahatan perdagangan satwa dilindungi. Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial
YI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (28/1/2021) kepada wartawan mengatakan, tersangka YI dalam melakukan aksinya memperdagangkan satwa dilindungi dan menjual satwa jenis Owa Jawa, Elang Jawa, Rangkong, Kakatua Jambul Kuning, dan Kucing Hutan.

Semuanya didapat dari komunitas di Facebook. Tersangka melakukan komunikasi dengan pemilik barang melalui Whatsapp dan barang dikirim menggunakan jasa kurir. Dari hasil penjualan tersebut tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1 juta sampai dengan Rp 10 juta.

Yusri menjelaskan, pada Selasa 19 Januari 2021 sekitar pukul 11.00 WIB, anggota unit II Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, dipimpin Kompol Hannry PH Tambunan, melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana perdagangan satwa dilindungi.

Dari informasi yang didapat di kios burung pasar Sukatani, Bekasi, ada perdagangan satwa dilindungi. Kemudian, tim bergerak melakukan pemeriksaan di TKP dan didapatkan barang bukti berupa seekor orang utan, tiga ekor beo Nias (Gracula robusta) dan tiga ekor Lutung Jawa.

Dari hasil pemeriksaan, pemilik usaha kios burung adalah YI.

“Ia memperjualbelikan satwa dilindungi sejak Agustus 2020. Untuk menyamarkan kegiatannya, YI juga menjual burung dan hewan yang tidak dilindungi,” kata Yusri.

Tersangka dikenakan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Tersangka dijerat pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. (Bob)