Polisi Telusuri Kemungkinan Kokain Dipasok dari Negeri Paman Sam

    


Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap sejumlah pengguna dan pengedar aneka jenis narkoba. Jenis kokain yang relatif langka di Indonesia juga terungkap setelah dua bulan penyelidikan - Foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menelusuri narkotika jenis kokain yang disinyalir dari Amerika Serikat.

Wakil Direktur Ditres Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung menjelaskan, pihaknya membidik salah seorang yang diduga orang yang bertanggungjawab dalam peredaran narkoba linta Benua ini.

“Ia kerap bolak-balik Indonesia ke luar negeri,” kata Marpaung, Senin, 10 Februari 2020.

Polisi, menurutnya, belum banyak mendapatkan informasi terkait hal itu. Tim masih bergerak mengembangkan penyelidikan.

“Sedikit saja saya jelaskan karena tim Res Narkoba masih bergerak, ada bandar yang datang dan pergi ke Indonesia dengan waktu-waktu tertentu. Tapi jadwalnya belum ketahuan,” ujarnya.

Polisi mengaku telah mengantongi identitas orang tersebut.

Sebelumnya, menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap sejumlah pengguna dan pengedar aneka jenis narkoba.

Jenis kokain yang relatif langka di Indonesia juga terungkap setelah dua bulan penyelidikan.

Selain itu, Yusri menyebutkan media sosial semakin kerap digunakan untuk berkomunikasi dan transaksi. Hal itu terlihat dari beberapa kasus terakhir yang diungkap Polda Metro Jaya.

“Kali ini ada pemakai jenis kokain yang harganya di pasaran sekitar Rp 4-5 juta per gram,” kata Yusri.

Kokain di Indonesia umumnya Dikonsumsi kalangan tertentu karena harganya yang mahal.

Sedangkan penangkapan pemakai berlangsung pada 2 Februari 2020 di sebuah apartemen, kawasan Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Tersangka A dan B, keduanya lelaki, ditangkap, di lobby dengan barang bukti beberapa gram kokain,” kata Yusri.

Kemudian, petugas menggeledah kamar kedua tersangka dan menemukan narkoba jenis lain di antaranya sembilan butir pil happy five.

Sebelumnya, Ditserse Polda Metro menyita hampir 40 ribu pil happy five produk impor kiriman dari Taiwan dalam bentuk permen untuk pesta Hari Kasih Sayang, Valentine Day, 14 Februari.

Hasil penangkapan A dan B menjurus kepada pemakai lain, seorang perempuan dengan barang bukti sebutir ekstasi.

“Yang perempuan ini diamankan sekitar apartemen juga,” kata Yusri. (YT)