Polisi Tangkap 2 Pelaku TPPO, Keduanya Berperan sebagai Sponsor TKI Ilegal

oleh
Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 2 wanita tersangka berinisial HCI (61) dan A (30) dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 2 wanita tersangka berinisial HCI (61) dan A (30) dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki, modus tersangka sebagai sponsor atau penyalur calon TKI. Mereka mengiming-imingi uang kepada pihak keluarga korban.

“HCI diduga telah melakukan perekrutan dan penampungan sejumlah wanita untuk diberangkatkan menjadi PMI keluar Negeri secara non prosedural,” ujar Hengki di Polda Metro Jaya, Jumat (9/6/2023).

Pelaku melakukan aksinya di rumah yang beralamat di Jalan Persahabatan A1 Nomor 88 RT. 10 RW. 8, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi tersebut anggota unit 5 Subdit Renakta ditreskrimum Polda Metro Jaya mendatangi dan melakukan tindakan kepolisian di alamat tersebut.

Kemudian didapati ada 5 orang wanita dalam satu kamar yang terkunci yang mengaku akan diberangkatkan ke Singapura dan Saudi Arabia.

“Kelima orang tersebut berinisial S, WN, IW, NI dan NW. Kemudian ke 5 wanita tersebut diamankan bersama dengan tersangka HCI dan dibawa ke Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Dalam proses penempatan tersangka HCI tidak melalui aturan sebagaimana diatur dalam undang-undang dan peraturan yang berlaku dalam undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran.

Tersangka A yang ditangkap di alamat Jl. Percetakan Negara, Kampung Rawa Sari, No. 23, Rt. 05, Rw 05, Rawa Sari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Tersangka A melakukan penampungan TKI 2 orang yang diduga sebagai sponsor/penyalur dan ada calon TKI yang akan diberangkatkan keluar Negeri, diamankan dan dibawa ke kantor unit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Sebelum berangkat ke penampungan para korban CTKW diberikan uang saku oleh
tersangka dan dibelikan tiket pesawat yang sudah disiapkan oleh tersangka HCI dan A. Para korban CTKW akan diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Para tersangka melanggar aturan, yang seharusnya pelaksana penempatan pekerja migran adalah P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia).

Barang bukti yang behasil di sita berupa paspor, visa, tiket pesawat, handphone, bukti transfer dan medical cek up.

Para tersangka dikenakan Pasal 2 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 81 Jo Pasal 69 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun. (Bob/Indrawati)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News