Polisi Kembali Tangkap 5 DPO Kasus John Kei

    


Lima orang pelaku DPO yang terlibat dalam penyerangan kasus John Kei, diamankan dari 4 klaster TKP yakni, Duri Kosambi, Green Lake, Cempaka Putih dan Tytyan yang menjadi markas kelompok John Kei - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kelompok John Kei yang masih DPO kembali diburu oleh kepolisian. Lima orang pelaku DPO yang terlibat dalam penyerangan kasus John Kei, diamankan dari 4 klaster TKP yakni, Duri Kosambi, Green Lake, Cempaka Putih dan Tytyan yang menjadi markas kelompok John Kei.

Sementara, satu orang ditangkap karena kepemilikan senpi dan tidak terkait dengan kasus John Kei.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ada 12 orang yang diburu dan berstatus DPO dari empat klaster TKP itu.

“Mereka merencanakan permufakatan jahat itu sejak tanggal 14 Juni 2020, kemudian berlanjut ke tanggal 20 dan 21 sebelum kejadian. Mereka berada di klaster-klaster TKP itu,” jelas Yusri Yunus dalam keterangan kepada media, Jumat, 26 Juni 2020.

Salah satu pelaku berinisial T, kata Yusri, menyerahkan diri ke Polres Depok. Dalam pengakuannya, T merasa tidak tenang dan menjaga keluarganya. Yusri menambahkan, T yang tinggal di wilayah Pondok Gede ini, merupakan salah satu yang ikut menganiaya korban meninggal dunia YCR dan A mengalami luka berat.

“Pelaku T masuk di klaster TKP Kosambi. Setelah kita dalami, dia ikut dalam penganiayaan terhadap korban meninggal dunia dan luka berat,” jelasnya.

Yusri menjelaskan, para tersangka mempunyai peran yang berbeda sesuai dengan arahan atau briefing dari tersangka DF. Tersangka WL ditugaskan mengemudikan kendaraan Cayla putih bernopol B 114 EVE. Kemudian tersangka menerima senjata api rakitan dari tersangka DF.

Tersangka menembakkan senjata api seraya berusaha kabur dan mengenai
driver ojek online. Setelah berhasil melarikan diri, para tersangka memisahkan diri dari rangkaian.

Tersangka WL bersama FGU kembali ke Arcici untuk mengembalikan mobil Cayla Putih ke tersangka DF dan pulang
dengan menggunakan mobil Inova hitam Nopol BD 1409 QZ ke Depok.

Kemudian, kata Yusri, tersangka WL, VHL, FGU mendengar informasi ada penangkapan terhadap para tersangka di Tytyan Bekasi.

“Para tersangka kemudian melarikan diri ke daerah Cianjur dan menyewa rumah di Kampung Simpang Desa Cibodas, Cianjur, Jawa Barat,” kata Yusri. (Bob)