Polisi Bongkar Sindikat HP Black Market, Negara Rugi Trilyunan Rupiah

    


Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku Penyelundupan Perdagangan handphone - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku Penyelundupan Perdagangan handphone.

Tim Krimsus Polda Metro Jaya mengamankan barang dari pelaku sebanyak 5.572 unit handphone dari berbagai merk.

“Beberapa waktu lalu kita juga menindak barang yang datang dari luar. Ada sebanyak 5.500 HP dari berbagai jenis yang datang dari luar negeri,” terang Kapolda Gatot Eddy Pramono. di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

HP ilegal itu datang dari China ke Hongkong, Singapura ke Batam sampai Jakarta dan masuk ke Roxy.

“Masuk ke cempaka Mas. Kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia,” gambah Kapolda Gatot Eddy Pramono.

Jika dihitung, kerugian Negara dalam satu tahun sebanyak Rp 4,5 triliun.

Pelaku, kata Kapolda, dalam satu bulan memasukkan barang 7 sampai 8 kali ke Indonesia. Sekali transaksi nilainya lebih dari Rp 46,8 milyar.

“Pajak yang harus dibayarkan kepada negara sebanyak lebih kurang Rp 6 miliar,” jelas Kapolda.

Dalam kasus itu, polisi menangkap 4 orang tersangka masing-masing, FT (40) alias AMG, AD (59), YC (36) dan JK alias TCK (29). Keempat tersangka ini memiliki peran yang berbeda.

Selanjutnya atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 52 jo Pasal 32 ayat (1) UU RI No. 36 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Telekomunikasi, Pasal 104 dan Pasal 106 UU RI No. 7 tahun 2014 tentang Tindak Pidana Perdagangan, dan Pasal 62 UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Perlindungan Konsumen.

“Untuk keduanya dihukum pidana penjara diatas 5 tahun,” jelasnya. (Bob)