Polisi Bongkar Praktik Aborsi di Senen, Jakarta Pusat

    


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menggelar konferensi pers dalam kasus aborsi ilegal di Senen, Jakarta Pusat - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Lima tahun beroperasi, klinik aborsi dr. Sarsanto W.S, Sp.OG yang beralamat di Jalan Raden Saleh I, RT/RW 002/002, No.10A Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat, akhirnya dibongkar polisi.

AKP Mugia Yarry Junanda dari Tim Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya memimpin pengungkapan kasus tersebut.

Polisi mengamankan pelaku bernama Jainatun alias Atun (52) sebsgai pengelola klinik yang digunakan untuk praktik aborsi.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian pada Senin (3/8/2020), Tim Gabungan Subdit Resmob datang menuju TKP. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan fakta bahwa klinik tersebut melakukan praktek aborsi,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Senin, 31 Agustus 2020.

Yusri menambahkan, dari praktik kriminal itu, pelaku mengantongi hasil sebanyak Rp 70 juta. Ada 3 orang dokter dal klinik itu yang jadi tersangka masing-masing, dr. Sarsanto, dr. Subur dan dr Tedjo.

Pelaku mematok tarif yang berbeda didasarkan pada usia kandungan. Yang termurah usia kandungan 6-7 minggu, dengan biaya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Kata Yusri, pelaku juga berani mengambil resiko dari pasien dengan usia kandungan 15-20 minggu. Tarif ya lebih mahal, mencapai Rp 7-9 juta. Ketika diamankan, pelaku masih menyimpan uang hampir Rp 1 milyar berada dalam rekening bank swasta atas nama Jainatun.

“Pelaku dijerat pasal berlapis,” kata Yusri. (Bob)