Polemik Taksi Online, Gubernur Bali: Pemerintah Telat Antisipasi

    


Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika saat membuka Kirab Karnaval Jelang Pileg dan Pilpres 2014 di Monumen Bajrasandhi, Renon, Denpasar - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ratusan sopir taksi berbasis aplikasi berdialog langsung dengan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dalam sebuah acara rutin Simakrama yang digelar di Wantilan DPRD Bali, Sabtu, 26 Maret 2016. Mereka meminta Gubernur tidak berpihak kepada pengusaha dalam polemik taksi online.

“Kami meminta Gubernur tidak memihak kapitalis. Jangan hentikan Grabcar dan Uber taksi,” kata pengemudi taksi online, I Wayan Suata.

Suata mengatakan, taksi online yang beroperasi di Bali punya legal standing yang sah. Jadi menurutnya, tidak ada yang salah dengan taksi online yang selama ini dipandang beroperasi tidak sesuai aturan.

“Jadi kami disini meminta Gubernur jangan membela Golden Bird dan Blue Bird. Pertanyaannya disini, kenapa Grabcar Bali dilarang,” kata Suata.

Menanggapi hal itu, Made Mangku Pastika meminta, pengemudi taksi online bersabar menunggu regulasi yang tengah dibahas di Jakarta. Operator taksi online diberikan waktu untuk mengurus ijin sampai bulan Mei.

“Segala ijin terkait angkutan umum diberikan waktu sampai bulan Mei. Kita bersabar dulu sambil menunggu proses regulasi moda transportasi online dari pusat selesai,” jelas Mangku Pastika.

Menurut Gubernur, polemik keberadaan taksi online dan konvensial mencuat karena pemerintah terlambat melakukan antisipasi. Perkembangan teknologi informasi tak bisa dibendung dan harus mendapatkan perhatian terkait peluang kerja online yang belakangan menjadi fenomena di masyarakat.

Bahkan dalam media corong pemerintah provinsi Bali, Bali Mandara, Made Mangku Pastika memberikan pernyataan bahwa siapa yang tak mengikuti kemajuan teknologi, mereka bakal tersingkir.

“Seharusnya kita tidak telat antisipasi. Kalau angkutan online dilarang bagaimana dengan media online, e-shopping,” ujar Mangku Pastika.

Tak dipungkiri, kemajuan teknologi informasi membuat perubahan dalam segala bidang. Pastika menyebutkan, karena kemajuan IPTEK, setiap hari ada tiga profesi yang musnah. Tapi disisi lain, ada empat profesi baru yang muncul.

“Kemajuan IT harus selalu dipelajari. Program ‘Bali Mandara’ sudah memasukkan kemajuan itu,” kata Pastika.
 
 
Way