Polda Metro Jaya Amankan Tiga Tersangka Penipuan Aparteman Fiktif

    


Polda Metro Jaya, melalui Subdit 2 Harta dan Benda (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus Apartemen fiktif yakni, Penipuan dan atau Penggelapan - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polda Metro Jaya, melalui Subdit 2 Harta dan Benda (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya berhasil membokar kasus Apartemen fiktif yakni, Penipuan dan atau Penggelapan.

Dalam membongkar kasus Apartemen Fiktif tersebut, tiga orang tersangka berhasil diamankan oleh aparat kepolisian masing-masing berinisial AS, KR, dan PJ.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol, Gatot Eddy Pramono mengatakan, kasus ini berawal, setelah pihaknya menerima laporan dari korban atas nama Chirstina Laura Jonas.

Bahkan, korban bernama Chirstina itu jelas Gatot, merupakan perwakilan dari 26 konsumen dari 455 orang yang jadi korban.

Tersangka awalnya mendirikan perusahaan bernama PT. MMS sejak tahun 2016.

“Kemudian para tersangka membuat brosur pemasaran ‘Ciputat Resort Apartemen’ dengan memberikan harga murah senilai RP 150 juta dan bonus hadiah menarik,” kata Gatot, saat memberikan pres release di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (22/8/2019).

Menurut Kapolda, dengan adanya penawaran tersebut, para korban pun tertarik dan melakukan pemesanan unit apartemen ke kantor pemasaran yang disediakan oleh para tersangka.

Kemudian uang pembayaran ditransfer ke PT. MMS senilai kurang lebih Rp 30 milyar. Sementara, unit yang dijanjikan tersangka terhadap korban pada tahun 2019 itu juga tak kunjung tiba.

Anehnya, di lokasi tanah yang dijanjikan terbangun unit apartemen tersebut tidak ada pembangunan sama sekali. Sehingga, para korban pun menagih janji tersangka, serta meminta pengembalian uang milik mereka.

“Saat mendatangi kantor pemasaran PT. MMS, sudah dalam keadaan kosong dan tidak ada kegiatan,” terangnya.

Sementara itu, PT MMS kata Gatot, belum pernah melakukan permohonan ijin mendirikan bangunan (IMB), ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan. Kendati demikian, PT. MMS telah memasarkan Apartemen kepada konsumen sejumlah 455 konsumen.

“Terhadap rencana pembangunan apartemen yang dijanjikan oleh para tersangka sampai saat ini belum memiliki IMB,” tandasnya.

Tak hanya mengamankan tersangka saja, sejumlah barang bukti kejahatan juga diamankan polisi seperti, kuintasi bukti transfer pembayaran DP dan angsuran dari korban, brosur apartemen Ciputat resort, Marketing atau Miniatur Apartemen dan Banner pemasaran Apartemen Ciputat Resort.

Atas perbuatannya, tersangka tersebut dijerat dengan pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP, dengan ancaman pidana penjara selama 4 tahun. (Bob)