Pol PP Menjaga Bali di Garda Terdepan Covid-19

    


Ilustrasi

KORANJURI.COM – Sebagai salah satu garda terdepan dalam pengamanan dan juga mencegah sekaligus memutus penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali terus bergerak memberikan sosialisasi maupun edukasi untuk memutus penyebaran virus Sars-Cov-2 ini.

Sejak ditemukan kasus Covid-19 di Bali, Satpol PP Bali langsung bergerak melaksanakan tugas. Baik itu mengamankan kedatangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Ngurah Rai maupun di Pelabuhan Benoa, hingga menjaga tempat-tempat karantina.

Tak hanya itu, satuan yang bertugas untuk menertibkan masyarakat dan juga menegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Daerah (Perda) juga menjadi lini terdepan dalam menjaga pintu masuk Bali, baik itu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, hingga Padangbai.

Tujuannya pun sangat sederhana, namun sangat sulit dan juga berat dilaksanakan. Yakni, menjaga keselamatan masyarakat Bali dari ancaman virus korona ini. Tak hanya pujian, cacian dan makian pun tak terelakan didapatkan satuan ini, khususnya saat menjaga pintu masuk Bali di Ketapang.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi - foto: Istimewa

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi – foto: Istimewa

Ujaran itu datang dari pelaku perjalanan dalam negeri yang ingin masuk Bali, karena diwajibkan mengantongi surat bebas korona berbasis rapid test.

Tak ingin melawan, petugas yang berjaga di Ketapang pun mencoba berlapang dada, mengalah dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa itu adalah kebijakan untuk keselamatan seluruh masyarakat. Karena jika satu saja yang kena dan lolos masuk Bali, maka penyebaran akan masif.

Tentu menjaga pintu masuk di Ketapang ini sangat berbahaya. Apalagi Jawa Timur adalah zona merah penyebaran virus ini. Sedangkan Satpol PP bukanlah petugas kesehatan yang tahu persis bagaimana cara agar terhindar dari virus yang tak kasat mata ini.

Astungkara, selama menjalankan tugas untuk menjaga Bali dari ancaman virus ini, syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa bahwa satupun anggota kami tidak pernah ada yang reaktif saat dilakukan rapid test,” tutur Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Jumat (24/7/2020).

Kuncinya pun sangat sederhana, ujar pria asal Nusa Penida ini. Yakni mengikuti seluruh protokol kesehatan yang ada. Baik itu wajib menggunakan masker, sarung tangan, rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, serta protokol kesehatan.

Selain itu, kata Dharmadi, bagi anggotanya yang selesai bertugas menjaga karantina, bandara, pelabuhan dan lain sebagainya, wajib cuci kendaraan dan mandi di kantor, lanjut mengganti pakaian.

“Setelah itu, anggota kami perbolehkan pulang,” imbuhnya seraya mengatakan, langkah itu untuk mencegah keluarga anggota yang ada di rumah tertular.

Bersyukur, langkah yang dilakukannya juga dilirik beberapa relawan yang turut bergabung untuk melakukan upaya pencegahan virus ini. Baik itu dari kalangan mahasiswa maupun relawan lainnya.

“Selama pandemi ini masih ada dan juga masih terjadi transmisi lokal, kami akan tetap melakukan upaya-upaya pencegahan dengan menggandeng para relawan yang berkenan bergabung dengan kami. Kami sangat terbuka sepanjang itu tujuannya untuk menjaga Bali,” ujarnya demikian. (Way)