PLS Inovatif, SMAN 1 Denpasar Sebarkan Panduan ke Masyarakat

    


400 siswa baru jalani masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMA Negeri 1 Denpasar - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sesuai Permendikbud No. 18 tahun 2016 tentang pelaksanaan masa Pengenalan Lingkungan Siswa (PLS), SMA Negeri 1 Denpasar mengemas secara kreatif kegiatan yang dilakukan. Kepala SMA Negeri 1 Denpasar I Nyoman Purnajaya menyebutkan, untuk memudahkan evaluasi dan pemantauan, pihaknya mencetak panduan pelaksanaan PLS.

“Sehingga kita dengan mudah memantau untuk evaluasi sejauhmana pelaksanaan PLS ini,” jelas Nyoman Purnajaya, Senin, 11 Juli 2016.

Panduan tersebut secara transparan dapat diakses oleh peserta, guru, kepala sekolah hingga orangtua dan masyarakat. Tujuan dibuat panduan tercetak itu, dikatakan Purnajaya, antara lain agar pelaksanaan PLS yang baru pertama diterapkan ini tidak menyimpang dari aturan yang ada.

Tujuan PLS sesuai Permendikbud . 18 tahun 2016 secara mendasar agar kerentanan terhadap segala tindak kekerasan dapat dihilangkan. Mengingat pada PLS ini tidak melibatkan siswa senior dan atau alumni sebagai penyelenggara. Pengenalan lingkungan sekolah harus dilakukan oleh guru.

Sanksi yang dinilai positif dan membangun, menurut Purnajaya tetap diberlakukan sepanjang tidak diberikan dalam bentuk menakutkan maupun yang dapat memicu traumatik. Namun, sanksi tersebut menekankan pada bakat dan kemampuan siswa.

“Beberapa hari sebelumnya kita minta siswa baru untuk menghafalkan lagu hymne sekolah. Itulah yang kita jadikan sanksi. Siswa harus menyanyikan lagu hymne SMAN 1 Denpasar,” jelasnya demikian.

Sebanyak 400 orang mengikuti masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA Negeri 1 Denpasar. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula sekolah sejak pukul 6.30 wita hingga selesai pukul 13.45 wita. Panitia PLS, I Wayan Suarta mengatakan, materi yang ada semata-mata diberikan kepada siswa agar mengenali lingkungan sekolahnya.

Penerapannya berupa mengenali guru yang ada di sekolah itu, termasuk pegawai maupun sarana prasarana berupa ruangan tertentu seperti, ruang laboratorioum, ruang komputer dan lainnya. Selain itu, materi lain terkait wawasan kebangsaan juga diberikan.

Pihak lain yang terlibat adalah BNN Kota Denpasar yang akan memberikan pemahaman tentang narkoba, Kepolisian Daerah Bali dengan materu Disiplin Berlalulintas dan penyuluhan HIV/AIDS yang akan diberikan oleh sekolah.

“Materi yang kita berikan juga terkait pengenalan kurikulum. Penutupan nanti kita lakukan di sekolah,” jelas Wayan Suarta.
 
 
Way

Hits: 1