PKBM Syifa Gelar Workshop Nasional Peningkatan Ketrampilan Pengelolaan Kelas Yang Efektif Dengan Metode Hypnoteaching

oleh
Para peserta workshop nasional yang di selenggarakan PKBM Syifa Surakarta - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mengingat pentingnya penguasaan public speaking pada proses belajar mengajar bagi guru, di dalam menghadapi kurikulum baru yang di terapkan oleh Kementerian Pendidikan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta, Sabtu pagi (14/10/2023) menggelar Workshop Nasional dengan mengambil tema ‘Peningkatan Ketrampilan Pengelolaan Kelas Yang Efektif Dengan Metode Hypnoteaching’

Workshop Peningkatan Ketrampilan pengelolaan kelas yang efektif dengan metode hypnoteching yang diselenggarakan PKBM Syifa Surakarta/ Foto: Koranjuri
Workshop Peningkatan Ketrampilan pengelolaan kelas yang efektif dengan metode hypnoteching yang diselenggarakan PKBM Syifa Surakarta – foto: Koranjuri.com

“Workshop menghadirkan pembicara Priyo Hadi Wahyono, M.Psi, Ch, C.STMI, C.PHRM, CIT, selaku Direktur Yogaatma Consulting dan Sabarani, S.Psi, M.Kes, M.Psi, Psikolog, CIT. Dengan keynote Speaker Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dian Rineta, S.T, M.Si.,” jelas Mochammad Ishaq, S.E selaku ketua panitia workshop Nasional Publik Speaking.

Lebih jauh di katakan Ishaq, melalui workshop peserta memperoleh manfaat diantaranya, menumbuhkan niat dan komitmen yang kuat dalam meraih sukses pada proses belajar mengajar.

Mampu menyampaikan informasi dengan baik kepada para anak didik. Memiliki penguasaan kondisi untuk mempengaruhi anak didik dalam belajar. Serta dapat menumbuhkan daya pikir melalui ide dan gagasan, berpikir kritis dan persuasif.

Sedangkan metode hypnoteaching sendiri adalah improvisasi dari sebuah metode pembelajaran yang menggunakan sugesti untuk mencapai alam bawah sadar anak didik.

Hypnoteaching merupakan suatu tehnik penggabungan ilmu hipnosis, komunikasi, psikologi dan tehnik pengajaran di kelas. Oleh karena itu dalam menyampaikan pembelajaran, guru akan menggunakan bahasa alam bawah sadar yaitu bahasa persuasif sehingga dapat menimbulkan ketertarikan bagi para siswa.

Sedangkan Hypnoteaching sendiri merupakan paduan hipnosis (mensugesti) dan teaching (mengajar). Sehingga hypnoteaching lebih di artikan seni komunikasi dalam proses belajar mengajar dengan cara mengekplorasi alam bawah sadar agar anak lebih fokus dalam belajar, relaks dalam menerima materi pembelajaran yang di berikan.

Melalui Hypnoteaching pembelajaran akan lebih menyenangkan, baik untuk anak didik maupun guru. Dapat berbagi kreatifitas dan lebih mampu mengelola emosi. Menumbuhkan hubungan harmonis antara guru dan anak didik. Guru juga dapat mengatasi kesulitan anak didik dalam proses belajar mengajar melalui pendekatan personal.

“Guru juga dapat membantu anak didik menghilangkan kebiasaan kebiasaan kurang baik,” jelasnya.

Puri Setyaningtyas, S.E, M.M, Ketua PKBM Syifa dalam sambutanya berharap, semoga segala materi ilmu yang di peroleh dalam workshop nasional publik speaking dapat bermanfaat bagi para guru yang mengikutinya.

PKBM Syifa merupakan lembaga pendidikan study lanjut untuk program kesetaraan tingkat SD, SMP dan SMA. PKBM Syifa juga memiliki program perkuliahan untuk program studi Manajemen Informatika ( D3), Bahasa Inggris (D3) dan Manajemen Ilmu Kesehatan (D4).

“Dengan pilihan kelas Online dan karyawan (weekend),” pungkas Puri menyampaikan .

Workshop Nasional Publik Speaking di ikuti sebanyak 80 peserta dari berbagai daerah di Soloraya dan kota kota lain di Jawa Tengah. (Jk)

KORANJURI.com di Google News