Pj. Gubernur Ajukan Solusi Penangangan Sampah di TPA Suwung dengan Sistem Insinerator

oleh
Pj. Gubernur Bali SM. Mahendra Jaya mengikuti Rapat Pengelolaan Sampah di TPA Suwung di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar Rabu (8/5/2024) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Persoalan sampah di Bali hingga saat ini masih belum tertangani maksimal. Bali sendiri punya dua pergub yang mengatur penanganan sampah.

Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya mengatakan, pihaknya merencanakan multi solusi dalam menangani sampah. Menurut Mahendra Jaya, solusi ganda yang akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kegiatan internasional yang dilakukan di Bali.

“Sudah ada Pergub, ada TPS3R, sudah ada TPST, perlu solusi lain lagi untuk mempercepat penanganan sampah di Bali,” kata Pj. Gubernur di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar pada Rabu (8/5/2024).

Menurutnya, efektitas penanganan sampah dapat dilakukan dengan insinerator atau mesin pembakar sampah. Mahendra Jaya menawarkan agar penanganan sampah di TPA Suwung, Denpasar bisa dilakukan dengan sistem insinerator.

“Selama ini sampah di TPA Suwung selalu menjadi perhatian di setiap perhelatan event internasional di Bali. Namun hingga saat ini belum juga terselesaikan,” ujarnya.

“Kita sudah mengajukan untuk menggunakan insinerator, jika itu disetujui maka akan kita gunakan di TPA Suwung,” tambah Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya.

Di sisi lain, Mahendra Jaya juga mengatakan, Bali telah menerapkan kebijakan pungutan wisatawan asing. Ia berharap, dana dari pungutan wisman itu digunakan untuk penanganan sampah.

“Saya berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa mensupport kami di Bali untuk dapat menggunakan insinerator,” ujarnya.

Saat ini, pranata hukum di provinsi Bali soal sampah diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Serta, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. (Way)

KORANJURI.com di Google News