Pilkades: Warga Wonorejo Bertekad Tetap Pilih Sudrajat

    


Foto: Media/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tiga calon kepala desa Wonorejo, Jatiyoso, Karanganyar, Jateng berkumpul untuk menyampaikan visi dan misinya masing-masing. Bertempat di aula gedung serba guna desa di dusun Blanten, ketiga kandidat tampil bersemangat dan penuh percaya diri pada Senin kemarin (18/02).

Salah satunya adalah Sudrajat (49), seorang kandidat petahana yang sudah dua kali periode sukses memimpin pemerintahan Wonorejo.

Saat gilirannya menyampaikan visi dan misi, andaikan nanti terpilih menjadi kades Wonorejo, Sudrajat tampil bersemangat.

Sebelum menguraikan visi dan misinya, ia sedikit memaparkan tentang latar belakang, pengalaman, serta beberapa prestasinya selama ini. Baik sebelum menjadi kades, selama menjadi kades, hingga saat pencalonan sekarang.

Ratusan warga yang hadir di luar gedung sontak bertepuk-tangan meriah.

“Andaikan saya terpilih menjadi Kades lagi, saya akan melaksanakan misi lama, yaitu bali ndesa, lan mbangun desa. Dan menjadikan semua potensi desa menjadi lebih mandiri dan bermartabat secara bebarengan,” ujar Sudrajat yang menempati urutan nomer ke dua dalam lembaran kertas suara pilkades nanti.

Ia juga menyambung, akan selalu mengurus kepentingan warga desa berdasar adat-istiadat yang sudah ada. Juga akan selalu menyesuaikan dengan nilai-nilai hukum, partisipasi, dan prinsip demokrasi yang ada.

Mengenai pembangunan insfrastruktur, Sudrajat menegaskan akan menjadikan iklim pembangunan di bidang tersebut menjadi semakin sehat dan kreatif.

Juga membudayakan olahraga, sekaligus mengolah budaya desa menjadi hal yang menguntungkan desa. Baik menguntungkan dari segi ekonomi ataupun kearifan lokal.

Peran lembaga kemasyarakatan juga semakin ditingkatkan. Sehingga tak hanya moncer di tingkat desa. Namun juga bisa tampil hingga tingkat lebih luas. Apalagi sarana dan prasarana desa juga semakin mendukung.

“Selain meningkatkan sarana fisik yang berwujud pembangunan, juga meningkatkan mutu dari setiap rencana pembangunan desa. Caranya dengan menjaring ide atau gagasan-gagasan terbaru dari musyawarah desa,” lanjut Sudrajat.

Gagasan yang selalu segar serta dukungan sarana dan prasarana desa, niscaya bisa mewujudkan desa Wonorejo menjadi desa wisata yang benar-benar diperhitungkan. Baik di tingkat wilayah Karanganyar, atau tingkat lebih luas di wilayah Jateng dan sekitarnya.

Targetnya bisa menjadi destinasi wisata, atau tempat tujuan wisata favorite di tingkat Nasional.

Jika sudah menjadi destinasi wisata Nasional, tentu akan meningkatkan perekonomian desa secara umum. Sudrajat juga menambahkan, ia bersama perangkat desa yang lain sudah mengawali dengan membuat pilar-pilar wisata.

Atau dengan kata lain membuat titik-titik kawasan wisata yang dianggap potensial di desa Wonorejo. Bahkan titik-titik garapan wisata tersebut sudah bisa diapresiasi secara merata.

“Namun untuk mengoptimalkan semua itu, tentu kami harus menggenjot potensi sumber daya alam serta sumber daya manusianya juga,” lanjut pria yang juga hobby olahraga otomotif Offroad ini.

Untuk itulah, peran semua lembaga harus disinergikan. Sehingga ke depan akan berusaha membuat sistem manajemen wisata berbasis online. Yaitu meningkatkan koordinasi antara Ibu-ibu PKK, Karang Taruna, komunitas petani, serta semua lembaga yang ada di desa.

Sehingga semua bisa terlibat dalam kegiatan wisata yang positif, baik dari segi produk wisata atau pemasarannya.

Sedangkan untuk masalah komoditas pertanian warga, Sudrajat berjanji akan memacu kualitas dan kuantitas sistem irigasi yang sudah ada. Sehingga bisa didapat hasil pertanian yang maksimal.

Dalam hal budaya, sudah jelas akan tetap memelihara tradisi dan kearifan lokal desa. Karena bagaimanapun, pengembangan budaya desa merupakan nafas dan ruh utama dari nilai-nilai spiritual kehidupan desa.

Di bidang kesehatan, secara nyata akan meningkatkan sistem transportasi kesehatan yang lebih cepat. Sehingga pengadaan mobil ambulance dengan tingkat mobilitas yang cepat dan praktis, perlu diwujudkan segera.

Atau sarana yang sudah ada ditingkatkan kualitasnya. Sekedar catatan, di bawah kepemimpinannya, pemerintah desa sudah berhasil mengeluarkan 4000 sertifikat murah untuk warga. Dan masih akan ditambah untuk waktu-waktu selanjutnya.

Tak salah jika ia memohon doa dan dukungan warga untuk mencoblos pilihan nomer 2 pada tanggal 20 Februari nanti. Harapannya, di bawah kepemimpinannya nanti, desa Wonorejo akan menjadi desa yang lebih maju, cerdas, dan bermartabat. Atau menjadi desa yang baldatun toyibatun warabun gofur. (Med/Mul)