Pilkada Serentak di Bali Jadi Perhatian Serius Kapolri

    


Rapat Koordinasi Sosialisasi dan Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan dan Wakil walikota 2015- Foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pilkada serentak di enam Kabupaten/Kota di Bali mendapat perhatian serius dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Menurut Wakil Kepala Kepolisian RI, Komjen. Pol. Budi Gunawan, wilayah Karangasem disinyalir sebagai daerah dengan potensi kerawanan tinggi.

“Laporan intelejen di wilayah Karangasem berpotensi rawan saat Pilkada, itu perlu kita antisipasi,” kata Budi Gunawan saat melakukan pengecekan pengamanan Pilkada di Bali, Kamis 19 November 2015.

Kedatangan Wakapolri ke Bali untuk mengecek dan mengevaluasi kesiap-siagaan petugas Polda dalam pengamanan pilkada. Selain mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak terorisme.

“Kedatangan saya ini berbagi tugas dengan Kapolri untuk mengevaluasi pengamanan pilkada serentak di setiap Polda. Termasuk mengantisipasi terorisme dan bencana alam. Itu tiga hal yang menjadi prioritas,” kata Budi Gunawan.

Dari catatan Polda Bali, sampai saat ini tidak terjadi permasalahan yang mengganggu pelaksanaan Pilkada. Kejadian kecil seperti pemasangan tanda gambar dan kejadian lain dapat diselesaikan secara baik sehingga tidak terjadi konflik.

Sementara, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.617.767 pemilih dengan jumlah TPS 3.959 yang tersebar di enam kabupaten/kota. Jumlah personil Polri yang mengamankan TPS sebanyak 5.077 orang, BKO Linmas 7.918 orang dan BKO Pecalang sebanyak 4.702 orang.

Setiap Polres di enam wilayah di Bali juga menerjunkan personil PAM Pilkada. Polresta Denpasar mengerahkan 1.256 personil, Polres Badung 2.055 personil, Polres Tabanan 2.775 personil, Polres Bangli 1.097, Polres Karangasem 2.302, Polres Jembrana 2.373 dengan tambahan BKO Polda Bali 1.597 orang dan BKO TNI sejumlah 856 personil.
 
 
 
alit