Pilkada Serentak di Bali, Gubernur Minta KPU Lakukan Inovasi

    


Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Wayan Koster meminta KPU melakukan terobosan baru untuk mensukseskan Pilkada Serentak di 6 Kabupaten/Kota di Bali. Terutama dalam hal sosialisasi, penyelenggara pemilu itu bisa menggandeng perangkat desa maupun tokoh masyarakat.

“Untuk menekan biaya agar tidak terlalu tinggi, KPU bisa menggandeng tokoh masyarakat dan perangkat desa,” kata Gubernur, pada Rapat Koordinasi Pilkada Serentak 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (1/9/2020).

Sinergi yang dilakukan bersama pihak lain, dikatakan Koster, perlu dilakukan agar perhelatan pesta rakyat itu tidak kaku.

“Jangan berdasarkan sesuatu yang normal-normal saja. Membuka diri, sepanjang itu memang betul-betul kita yakini mampu mengerjakannya dan bisa diajak bekerjasama,” tambah Koster.

Pihaknya juga meminta agar pelaksanaan Pilkada benar-benar mematuhi aturan, baik aturan KPU maupun aturan protokol kesehatan covid-19.

“Jadi sekarang ini pilkadanya mengikuti dua aturan. Aturan dasarnya adalah KPU yang wajib. Yang kedua, aturan penerapan protokol kesehatan. Harus tertib,” ujarnya.

Ia juga meminta agar proses pendaftaran paslon tidak dilakukan secara beramai-ramai. Maksimum peserta lima puluh orang dan jarak tiap orang harus satu meter. Demikian halnya dengan pemakaian masker.

Jika tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan ikut, atau panitia menyediakan masker. Ketertiban aturan ini juga berlaku pada tahap sosialisasi dan tahap pemilihan.

Pilkada tahun 2020 di Provinsi Bali dilaksanakan di 5 kabupaten dan 1 kota yakni, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar.

Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan KPU Bali akan segera melakukan rapat pleno untuk menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT), hasil perbaikan yang dilakukan dari tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.

Dari beberapa tahapan yang sudah dilakukan KPU, tidak ditemukan kasus baru covid-19. Ia pun memberi apresiasi kepada masyarakat dan penyelenggara yang telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

“Sebentar lagi kita akan melakukan pleno untuk daftar pemilih hasil perbaikan. Dari tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus,” kata Lidartawan.

Pemutakhiran data pemilih berupa coklit model A sebanyak 2.102.715 pemilih. (Way/*)