Pewarta Purworejo Gelar Tasyakuran HPN 2018

    


Wabup Purworejo Yuli Hastuti, saat memotong tumpeng dalam tasyakuran Hari Pers Nasional ke 73, Selasa (13/2) malam, di Gedung Wanita Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Para wartawan yang bertugas di Kabupaten Purworejo, yang tergabung dalam Pewarta Purworejo, mengadakan Tasyakuran Hari Pers Nasional ke 73, Selasa (13/2) malam, bertempat di Gedung Wanita, Purworejo.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Yuli Hastuti, mewakili Bupati Agus Bastian, Kapolres Purworejo, Dandim 0708, Danyon 412/Mek, Kajari, Ketua PN, pimpinan OPD, serta sejumlah pejabat ini, berlangsung sederhana.

Dalam sambutannya, Yuli Hastuti mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, khususnya yang bertugas di Kabupaten Purworejo. Dengan momentum Hari Pers Nasional ini, akan semakin mendewasakan dunia pers Indonesia dalam berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat dan bangsa.

Sejumlah pihak memprediksi, kata Yuli Hastuti, media massa atau pers yang dikenal sebagai pilar keempat demokrasi, akan sulit bersaing dengan media sosial dan digital. Tapi Yuli yakin, bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi informasi, di era melimpahnya informasi dan bermunculannya miss informasi, justru keberadaan pers makin diperlukan.

“Peran pers dalam menyampaikan informasi yang faktual dan aktual, memang terasa sangat dibutuhkan di tengah maraknya ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong (hoax) di media sosial,” ujar Yuli Hastuti.

Karena itu, lanhut Yuli, tugas pers semakin berat dalam mengawal jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara, karena diharapkan bisa membantu memberikan informasi dan pendidikan kepada publik atas informasi yang valid untuk melawan hoax.

Kata Yuli, eksistensi pers makin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran, sebagai pilar penegak fakta-fakta, sebagai pilar penyampai aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Pers makin diperlukan untuk turut membangun narasi kebudayaan dan peradaban baru, memotret masyarakat yang bergerak semakin cepat dan semakin efisien.

“Dan pemerintah sebagai penyelenggara negara, memang harus transparan dalam menyelenggarakan pemerintahan, namun tidak berarti seluruh kegiatan pemerintahan harus disampaikan melalui media massa,” ujar Yuli.

Usai memberikan sambutan, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wabup Yuli Hastuti, dan diberikan kepada Edi Suryana, selaku Ketua Pewarta. Acara makin meriah, dengan hiburan musik organ tunggal.

Dalam kesempatan tersebut, ketua panitia, Aris Himawan, mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut, sehingga berjalan lancar.

“Semoga wartawan dan pemerintah makin bersinergi,” harap Aris. (Jon)