Pesta Miras, Fakta Tewasnya Warga Kebumen Karena Pukulan di Kepala

    


Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede, menunjukkan barang bukti dan tersangka BD - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Warga Desa Jabres, Pejagoan, Kebumen, sempat dihebohkan dengan tewasnya AK (25), salah satu warganya yang diduga meninggal karena keracunan miras pada Rabu (5/6) lalu.

Meski keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian AK, namun kematian korban sempat mengundang kecurigaan warga, dan meminta pihak kepolisian untuk membongkar makamnya, untuk diautopsi.

“Hasil autopsi yang dilakukan oleh tim kedokteran RS Margono Purwokerto, Senin (10/6) lalu, dipastikan AK meninggal karena benturan benda keras di kepalanya,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede saat Konferensi Pers, Rabu (12/6).

Dijelaskan Kapolres, korban sebelumnya sempat duel dengan temannya, saat mabuk-mabukan pada hari Rabu (05/06) atau pas malam lebaran. Selanjutnya salah satu teman korban, BD (23), yang kini menjadi tersangka dalam kasus ini mencoba melerai keduanya.

Mungkin karena pengaruh minuman alkohol, BD yang melerai justru berbalik adu fisik dengan korban.

“Tersangka memukul kepala korban dengan potongan genteng yang ia ambil di dekat lokasi. Akibatnya, kepala korban mengalami luka serius dan meninggal dunia,” jelas Kapolres didampingi Kasubbag Humas Kompol Suparno.

Dengan demikian, ungkap Suparno, misteri kematian AK yang sempat mengundang kecurigaan warga, terjawab sudah.

“Tersangka BD dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia, dengan ancaman kurungan paling lama 7 tahun penjara,” pungkas Kapolres. (Jon)