Pesona Puncak Geger Menjangan, Destinasi Wisata Baru Purworejo

    


Pemandangan dari puncak utara Geger Menjangan, masuk Dusun Watu Belah, Loano - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bagi pecinta wisata, di Purworejo kini ada sebuah tempat wisata baru, bernama puncak Geger Menjangan, masuk wilayah Dusun Watu Belah, Desa Trirejo, Loano. Wisata inilah, yang kini tengah dikembangkan warga Trirejo.

Puncak bukit Geger Menjangan yang berada di sisi timur laut ini, menyajikan pemandangan alam yang indah. Dari ketinggian 175 m dpl ini, para penikmat wisata bisa menyaksikan deretan pegunungan Kaligesing, dengan aliran sungai Bogowonto di bawahnya.

“Pemandangan makin indah di pagi hari. Kita bisa menyaksikan matahari terbit (sunrise). Ini memang keunggulan puncak Geger Menjangan ini, yang tengah kita kembangkan,” jelas Dwi Darmawan, AMd,” Kepala Desa Trirejo, Senin (11/9).

Wawan, demikian kepala desa ini akrab disapa, berharap, puncak Geger Menjangan ini bisa jadi destinasi wisata baru di Purworejo. Diakui oleh Wawan, akses untuk menuju puncak sebelah utara-timur ini, hanya jalan setapak yang masih alami, dan hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.

Banyak alternatif jalan untuk menuju puncak Geger Menjangan ini. Bisa melewati Baledono dari arah selatan, atau warung makan Aslamiah, Ringin Putih. Jarak tempuh dari kota Purworejo, sekitar 3 km arah utara.

Namun, kata Wawan, justru itu bisa jadi tantangan tersendiri. Butuh adrenalin tersendiri untuk melewatinya. Pengunjung juga bisa sekalian wisata religi di makam Kyai Imam Puro yang sudah sangat terkenal, sumur tiban dan makam Sunan Ngerang.

Puncak Geger Menjangan sebelah utara-timur ini makin dikenal, setelah beberapa waktu lalu, karang taruna setempat dan mahasiswa UII Yogyakarta membuat spot foto di lokasi ini, dan mempostingnya di medsos.

Lebih jauh Wawan mengatakan, bukit Geger Menjangan, merupakan bukit yang sarat dengan cerita mistis. Dinamakan Geger Menjangan, karena konon pada jaman dulu, Sunan Kalijaga mewejang murid-muridnya di sini.

“Igir Pawejangan. Dari kata-kata inilah, lambat laun menjadi Geger Menjangan,” pungkas Wawan. (Jon)