Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 Resmi Dibuka, ‘Ini Lho Aslinya Indonesia’

    


Pembukaan Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 di Peninsula Island, Nusa Dua, Jumat, 28 September 2018 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 resmi dibuka di Peninsula Island, Nusa Dua, pada Jumat, 28 September 2018. Event itu, menjadi ajang promosi pariwisata terbesar yang ada di Bali. Tema yang diusung tahun ini yakni, ‘Quintessentialy Indonesia’ atau ‘Inilah Keaslian yang Dimiliki Indonesia’.

Kepala Badan Sumber Daya Pariwisata Kementerian Pariwisata Indonesia,
Prof. Dr. I Gede Pitana, M.Sc., yang membuka acara itu mengatakan, promosi adalah bagian dari eksistensi terutama kepariwisataan.

“Meski Bali sudah dikenal dunia, tapi promosi tetap harus dilakukan, event seperti ini jadi bagian dari promosi kepariwisataan Bali,” jelasnya, Jumat (28/9/2019).

Pihaknya memberikan perbandingan dengan wilayah di Indonesia lain yang dalam waktu satu dasawarsa terakhir tidak ada dalam peta kepariwisataan Indonesia. Menurut Pitana, Banyuwangi jadi wilayah yang baru berkembang dalam kepariwisataan di Indonesia, namun dengan cepat eksis dan dikenal dunia.

Hal itu, menurut Pitana, tak lepas dari promosi dan banyaknya agenda wisata yang dibuat oleh pemerintah daerah setempat.

Sementara, Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 tahun ini dikawinkan dengan agenda sport tourism ‘Mandiri Badung Night Run 2018’. Lomba lari Maraton ini cukup unik karena dilakukan diatas jalan Tol Bali Mandara pada Minggu, 30 September 2018 mulai pukul 00.00 wita.

Kabupaten Badung membesut agenda sport tourism itu dengan target peserta 3.000 orang dan memperebutkan hadiah uang Rp 500 juta.

Dalam prescon yang digelar sebelumnya di Rumah Jabatan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta mengatakan, Kabupaten Badung, tahun ini memiliki kepentingan langsung dalam mempromosikan sport tourism. Pemkab Badung menggandeng ITDC dalam membesut event kolaborasi Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 dan Mandiri Badung International Night Run 2018.

“Untuk urusan Badung Mandiri International Night Run, bagaimana olahraga mengejar terbitnya matahari. Bahkan lari diatas laut di atas jalan tol, yang penting tidak lari dari kenyataan,” jelasnya pada prescon yang digelar Selasa (25/92018). (Way)