Peserta Yoga Orgasme di Ubud Ditarik Bayaran 20 Euro

oleh
Christopher Kyle Martin (38), warga asing asal Kanada penyelenggara Yoga Tantric Full Body Orgasm dihadirkan dalam keterangan pers di Kantor Imigrasi Denpasar, Minggu, 9 Mei 2021 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Christopher Kyle Martin (38) warga Kanada yang membuka kelas yoga orgasme di Ubud menyangkal bahwa kelas yoga yang ditawarkan tidak memiliki kandungan seksualitas. Sebab, berbeda dengan genital orgasm.

Dalam keterangannya kepada petugas, Christopher menjelaskan, yang ia ajarkan dalam yoga itu banyak mempelajai teknik pernapasan. Namun, ia mengakui peserta diminta untuk membayar 20 euro untuk membayar sewa tempat dan makanan pada saat acara berlangsung.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, jika ada perilaku yang dilakukan oleh wisatawan dan melanggar norma, pihaknya akan melakukan penindakan, terutama untuk warga asing.

“Kalau tidak sesuai dengan norma-norma kebudayaan yang ada di Bali, itu akan kita tindak. Kalau yoga kan biasa saja, tidak menyangkut soal orgasmenya,” kata Jamaruli di Kantor Imigrasi Denpasar, Minggu, 9 Mei 2021.

Jamaruli menambahkan, Christopher juga memberikan pengakuan bahwa acara Yoga Tantric Full Body Orgasm sudah lama diiklankan di website dan lupa dihapus.

Acara Yoga tersebut sedianya diselenggarakan pada tahun 2020 di sebuah tempat di Jalan Penestanan No 8 Ubud Bali. Namun, ditunda hingga tahun 2021 karena yang bersangkutan tidak memiliki sertifikat sebagai instruktur Yoga dan tidak memiliki ijin kerja.

“Dapat disimpulkan yang bersangkutan selama di Indonesia, khususnya Bali tidak menghormati adat istiadat serta budaya Bali, dan sesuai dengan pasal 75 huruf a UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” kata Jamaruli.

Deportasi terhadap Christopher Kyle Martin dilakukan pada Minggu 9 Mei 2021 pukul 15.20 WITA. Penerbangan dari bandara Ngurah Rai Bali direncanakan tiba di bandara Soekarno Hatta pada pukul 16.50 WIB.

Kemudian, dilanjutkan dengan Penerbangan menuju Doha dan Kanada menggunakan penerbangan Qatar Airways pada Senin (10/5/2021) pukul 01.00 WITA dini hari.

Seperti diketahui, tim dibawah Kanwilkumham Bali mulai mencari keberadaan Christopher Kyle Martin pada Kamis (5/5/2021). Atas bentuan Tim Cyber Polri posisi yang bersangkutan ditemukan berasa di Ubud. Tim mulai bergerak. Namun, di lokasi yang dimaksud, petugas tidak menemukan orang asing tersebut.

Kemudian, pada Jumat (6/5/2021) Tim mendatangi alamat tempat tinggal Christopher Kyle Martin di Uluwatu Village House Gang Rarud No 4, Uluwatu.

“Sore harinya, sekitar pukul 17.00 Wita, yang bersangkutan baru bisa ditemukan dan langsung dibawa ke kantor Imigrasi Denpasar untul dimintai keterangan,” jelasnya. (Way)

KORANJURI.com di Google News