Pertemuan Pertama Koster dengan Mahasiswa

    


Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster mengaku selama menjabat sebagai Gubernur, baru pertama kali bertemu dengan mahasiswa di Bali. Namun ia berjanji akan memberikan ruang dialog kepada kalangan akademis dan mahasiswa.

“Setahun dua kali nanti kita agendakan bertemu dengan mahasiswa dan akademisi,” kata Koster dalam Simakrama Gubernur Bali dengan Pimpinan & Pengurus Inti BEM PTN/PTS se Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Selasa, 2 Oktober 2019.

Dalam pertemuan itu, Koster mencermati dinamika politik yang terjadi di tanah air. Aksi mahasiswa yang terjadi secara serentak di berbagai daerah, sangat dipahami oleh pemimpin Bali itu.

“Saya tidak alergi (unjuk rasa), saya senang. Tapi supaya apa yang dijalankan mematuhi koridor hukum, kesantunan, kepentingan masyarakat publik, astungkara kemarin tidak parah seperti daerah lainnya,” jelas Koster.

Meski tidak menemui mahasiswa dalam demonstrasi yang digelar mahasiswa di Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Bali pada Senin (30/9/2019), namun Koster telah menangkap pesan yang disampaikan dalam aksi itu.

Pada kesempatan tersebut, orang nomer satu di Bali itu juga menghimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan dalam koridor konstitusi. Ia menegaskan, ideologi Pancasila merupakan pilihan final yang telah diputuskan oleh para pendiri bangsa.

Karena itu, dirinya meminta agar tidak memberikan ruang untuk ideologi lain selain Pancasila.

“Ideologi itu harus dijaga dengan kokoh. Tidak ada negara di dunia yang berhasil maju, melompat menjadi negara moderen kalau belum tuntas bangun ideologi,” kata Koster.

Gubernur juga mengingatkan kepada BEM yang diundang, jika Bali sangat bergantung dengan ekonomi pariwisata. Total wisatawan yang berkunjung ke Bali mencapai 16-18 juta per tahun. Dari kunjungan wisatawan itu, ekonomi Bali akan terjaga.

“Isu ini sangat sensitif, kalau ini goyang langsung berpengaruh kepada kehidupan masyarakat di Bali,” ujarnya. (Way)