Pertemuan Internasional di Bali, Megawati Tegaskan Parpol sebagai Alat Perjuangan Rakyat

    


Pembukaan ‘Progressive Alliance Seminar: Living together in a New World, Building Solidarity and Social Justice’ di Plumeria Ballroom Bali Padma Resort, Legian, Kuta Bali, Senin, 19 September 2016 – foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri batal hadir pada pembukaan Progressive Alliance Seminar (PAS) di Bali yang berlangsung selama 2 hari, 19-20 September 2016. Agenda besar yang diinisiasi oleh PDIP bersama Jaringan Sosial Demokrasi di Asia itu membahas peran parpol dalam menyelesaikan persoalan sosial.

“Kita harus mempercayai bahwa Parpol merupakan alat perjuangan rakyat. Saya berharap acara seperti ini dapat menjadikan Parpol sebagai pilar perjuangan rakyat. Jaman telah berubah namun kolonialisme belum lenyap. Parpol perlu memberi perhatian serius dalam permasalahan tersebut,” demikian sambutan Megawati Soekarnoputri yang dibacakan Ketua bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDIP, Syukur Nababan, Senin, 19 September 2016.

Megawati menegaskan, kerjasama antar parpol di dunia akan memberikan keuntungan untuk Indonesia. PDIP menyatakan tidak akan usai memperjuangan rakyat.

“Kita tidak punya hak untuk merusak kebutuhan rakyat. Saya percaya jika kita mampu memecahkan satu masalah maka kita akan dapat memecahkan masalah lain,” kata Megawati Soekarnoputri.

Sementara, perwakilan dari Belanda, Marja Bilj, mengungkapkan pentingnya kerjasama global untuk memecahkan persoalan sosial di setiap Negara peserta. Bilj memberikan apreasiasi banyaknya perwakilan dari berbagai negara yang hadir dalam acara itu.

Seminar tersebut dihadiri peserta Parpol dari 21 negara yang berjumlah 67 orang. Selain itu, 26 organisasi politik internasional juga turut hadir dalam acara itu. Seminar parpol internasional itu mengambil tema ‘Progressive Alliance Seminar: Living Together in a New World, Building Solidarity and Social Justice’.
 
 
Way