Pertanian Teruji Bertahan di Tengah Pandemi

oleh
Sistem pertanian Terasiring yang banyak dikembangkan di Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Saat Bali dihantam pandemi dan ekonomi anjlok, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bergerak untuk menjaga daya beli masyarakat. Secara umum, ekonomi Bali mengalami tekanan.

Namun di beberapa daerah, seperti Kabupaten Badung dan Bangli, justru mampu mengendalikan inflasi di daerahnya. Kabupaten Badung dan Bangli keluar sebagai juara kategori TPID berprestasi di ajang TPID Award Tahun 2020. Bangli berhasil masuk nominasi pertama.

Ia berharap, prestasi yang diraih dua kabupaten tersebut bisa memotivasi daerah lain dalam menjaga stabilitas harga di daerah masing-masing. Cok Ace mengingatkan, tantangan kedepan akan semakin berat dan membutuhkan penguatan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, Cok Ace mengatakan, selama pandemi berlangsung, Bali mengalami kontraksi ekonomi terberat sepanjang sejarah. Dengan ketergantungannya di bidang pariwisata, Bali harus kehilangan potensi devisa hingga Rp 9,7 triliun setiap bulan.

Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyebut, Bali mengalami kontraksi ekonomi paling hebat jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

“Bali sangat terpuruk karena ketergantungan pada sektor pariwisata. Sementara daerah lain lebih tahan,” ujarnya di acara Apresiasi dan Evaluasi Kinerja TPID Bali Nusra Tahun 2020 di Ubud, Kamis, 12 November 2020.

Menurut Cok Ace, pengalaman berat selama pandemi, perlu jadi bahan evaluasi untuk menggenjot sektor alternatif selain pariwisata. Salah satu sektor alternatif yang perlu digarap, menurutnya, adalah pertanian melalui pemanfaatan teknologi.

“Jika kedua sektor ini bisa dijadikan lokomotif perekonomian secara imbang, saya yakin kita tak akan menghadapi keterpurukan seperti ini,” ujarnya.

Sementara, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi pelaksanaan Rakorwil TPDI Bali Nusra. Kepada dua kabupaten peraih penghargaan TPID award, ia berpesan agar capaian ini memberi dampak nyata bagi upaya pengendalian inflasi serta mampu mendorong penguatan ekonomi.

Sekda Dewa Indra berpendapat, upaya pengendalian laju inflasi sejatinya telah berjalan cukup baik. Hanya saja, pandemi Covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia dalam kurun waktu sembilan bulan belakangan, membuat perekonomian Bali mengalami kemunduran.

“Kami mengajak seluruh komponen tetap optimis untuk membangun kembali sektor perekonomian agar tak terpuruk makin dalam,” kata Dewa Indra.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho melihat, perkembangan ekonomi Bali sudah menunjukkan arah lebih baik. Ada tanda-tanda pergerakan.

“Ekonomi Bali pada Triwulan III tahun 2020 tercatat tumbuh sebesar 1,66 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya,” kata Trisno Nugroho.

Meski belum bisa mengembalikan kondisi ekonomi seperti sebelum pandemi, namun perkembangan ini menumbuhkan optimisme seluruh komponen untuk berusaha lebih baik di triwulan IV.

Selaraskan Ekonomi dan Kesehatan

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Iskandar Simorangkir mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada bidang ekonomi, namun mengabaikan penanganan bidang kesehatan.

“Keduanya harus sama-sama jalan, itu yang terus diupayakan oleh pemerintah,” kata Iskandar. (Way)

KORANJURI.com di Google News