Pertamina Sosialisasikan Proyek Konstruksi Pengembangan Pipa

    


Puluhan warga Kecamatan Kutoarjo dari empat kelurahan, mengikuti sosialisasi proyek konstruksi pengembangan pipa Pertamina CY-III Cilacap-Yogyakarta, Kamis (20/2) di pendopo Kecamatan Kutoarjo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pertamina melalui PT Nindya Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana, mensosialisasikan Proyek Konstruksi Pengembangan Pipa CY -III Cilacap-Yogyakarta, Kamis (20/2).

Sosialisasi berlangsung di pendopo Kecamatan Kutoarjo, diikuti oleh sekitar 80 peserta dari empat Kelurahan, yakni, Kelurahan Bandung, Katerban, Bayem dan Kutoarjo. Mereka ini, warga terdampak langsung proyek pengembangan pipa tersebut.

Dipimpin oleh Camat Kutoarjo, Sumarjono, sosialisasi berlangsung tertib. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolsek Kutoarjo AKP Markotib, perwakilan Koramil Kutoarjo, serta perwakilan PT Nindya Karya.

“Dari sosialisasi tersebut, warga sangat mendukung proyek negara tersebut. Dengan sosialisasi ini, diharapkan di lapangan tidak terjadi kendala, karena masyarakat sudah paham akan proyek tersebut,” ujar Sumarjono, usai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Pamungkas, selaku Construction Superintendent dalam proyek tersebut menjelaskan, bahwa proyek tersebut merupakan pengembangan pipa CY-III, yang dipasang di tanah milik Pertamina.

Pipa CY-III tersebut, posisinya diantara pipa CY-I dan CY-II yang sudah terpasang sebelumnya. Pipa CY-III dipasang untuk memenuhi pasokan BBM dari unit pengolahan Loh Manis (Cilacap), ke Jawa bagian timur dan utara.

“Dari Lohmanis dialihkan ke terminal BBM Rewulu (Yogyakarta), didorong lagi ke arah Boyolali, lalu disebar lagi memakai tangki-tangki kecil ke Wonosari,” jelas Arif.

Dalam fase pengembangan tersebut, ungkap Arif, terbagi dalam dua split. Split pertama, dari 0 km (Lohmanis) hingga 100 km (Kutowinangun). Split kedua, dari titik 100 km (Kutowinangun) hingga 180 km (Rewulu).

Menurut Arif, pekerjaan yang dilakukannya, fase konstruksi. Proyek yang diawali bulan September 2019 ini, ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun, sepanjang 180 km. Pekerjaan tersebut, tidak dilakukan secara kontinyu, tapi terbagi dalam split-split yang dikerjakan kontraktor pelaksana di lapangan, dengan melihat kondisi di lapangan.

“Sosialisasi ini dilakukan, agar warga terdampak proyek ini tahu apa yang sedang kita kerjakan. Tujuannya, maupun konsekuensinya. Dan selama ini, tidak ada kendala di lapangan,” pungkas Arif. (Jon)