Peringati HPN Pewarta Purworejo Gelar Fogging Masal dan Larvasida

    


Fogging masal dan Larvasida di MTs N 2 Purworejo di Bener, Senin (10/2), menjadi bagian dari kegiatan baksos Pewarta Purworejo dalam memperingati Hari Pers Nasional 2020 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Foging Massal dan Larvasida, menjadi bagian dari serangkaian kegiatan bakti sosial yang dilakukan Pewarta Purworejo, dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan Senin (10/2) pagi, diikuti oleh puluhan wartawan yang tergabung dalam Pewarta Purworejo. Baksos foging dan larvasida, merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dengan Pewarta Purworejo.

Dijelaskan oleh Triyo Darmaji, Kasi Penanggulangan Penyakit Dinkes Purworejo, sebagai lokasi foging dan lavarsida, di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener dan MTsN 2 Purworejo di Bener.

“Terpilihnya MTsN 2 karena ada empat guru dan empat murid yang terkena demam dengue (DD) yang penyebab dan gejalanya sama dengan demam berdarah (DB),” ujar Triyo, di sela-sela kegiatan.

Perbedaannya, menurut Triyo, pasien DD, tidak ada kenaikan hematokrit kurang 20% dan penurunan trombositnya sampai di bawah 100.000.

Karena warga sekolah berasal dari berbagai daerah, terang Triyo, jika ada yang terkena DD/DB, dikhawatirkan menularkan di rumahnya.

“Dari hasil pengamatan tim dari Dinkes, di pot bunga banyak jentik. Sebaiknya, bagian bawahnya dilubangi agar airnya tidak menggenang dan dijadikan sarang nyamuk,” kata Triyo.

Selain pot-pot bunga, lanjut Triyo, bagian lantai tempat wudlu juga banyak jentik nyamuknya. Dia juga meminta agar seminggu sekali tempat wudlu dibersihkan, karena jika lebih dari seminggu jentik akan timbul lagi.

“Yang terpenting adalah PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Foging, hanya memberantas nyamuk yang terbang. Dengan PSN, telur nyamuk akan hilang,” jelas Triyo.

Nyamuk dewasa, ungkap Triyo, paling berumur satu bulan, padahal satu nyamuk bisa memeiliki larva 150-300. Jadi, telur nyamuk harus dibasmi. Kalau jentiknya tidak ada, nyamuk akan hilang.

Menanggapi temuan dari Dinkes, Parino, koordinator guru BK MTsN 2 menyatakan siap menindaklanjuti. Pihaknya akan melakukan pembersihan lingkungan sekolah seminggu sekali. Dia juga akan membuat lubang pada pot-pot bunga yang menjadi hiasan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Marni Utamining, selaku Ketua Panitia HPN Pewarta Purworejo mengungkapkan, dalam memperingati HPN 2020, serangkaian kegiatan dilakukan untuk memeriahkannya.

“Selain foging dan larvasida, kita juga ada santunan untuk anak yatim, bantuan sarana ibadah untuk masjid, dan anjangsana ke keluarga almarhum Syaiful AZ, wartawan senior di Purworejo,” jelas Marni. (Jon)