Peringati HAORNAS, Ribuan Pelajar Ikuti Jalan Sehat Tradisional

    


Ribuan pelajar SMK PN Purworejo melaksanakan jalan sehat tradisional, Jum,'at (9/9) – foto: Sujono/Koranjuri.com.

KORANJURI.COM – Sebanyak 2000 siswa SMK PN Purworejo, melakukan jalan sehat tradisional, dengan rute alun-alun Purworejo menuju bukit Pajangan di Desa Sidomulyo sejauh 5 km, Jum’at (9/9) pagi. Jalan sehat dilakukan usai upacara peringatan Hari Olah Raga Nasional 2016 (Haornas) di alun-alun Purworejo.

Menurut Wiwik Setyo Waspodo, dari Yayasan PN, dalam jalan sehat tersebut, selain para siswa juga diikuti oleh guru, karyawan, dan mahasiswa UMP yang tengah melaksanakan PPL di SMK PN.

Jalan sehat, kata Wiwik, rutin dilaksanakan setiap tahun sekali dengan rute berbeda, dalam rangka memperingati Haornas.

Sebenarnya, kata Wiwik, latar belakang dari jalan sehat tradisional SMK PN tersebut, berawal dari kegiatan serupa tahun 80 an, yang dipelopori Bupati Gurnito saat itu.

“Dulu jalan sehat dilakukan dari alun-alun Purworejo menuju Kutoarjo oleh semua peserta upacara,” jelas Wiwik.

Dalam setiap kesempatan, SMK PN tak pernah absen mengikutinya. Meksi tradisi itu akhirnya berhenti, namun SMK PN tetap melakukannya secara mandiri rutin tiap tahunnya, dengan tujuan untuk mengolahragakan masyarakat dan mengolahragakan masyarakat.

“Khusus tahun ini, kegiatan jalan sehat tradisional ini terpusat di bukit Pajangan, bukit fenomenal yang kini jadi pusat perhatian terkait penemuan ‘candi’ di sana,” terang Wiwik.

Jalan sehat tradisional menyusuri bukit Pajangan, juga untuk mengaktualisasikan kode etik penelusuran/pengembaraan yang dilakukan tim pecinta alam SMK PN.

Jelas Wiwik, ada 3 kode etik penusuran, yakni, tidak akan membunuh kecuali waktu, tidak akan meninggalkan kecuali jejak kaki, dan tidak akan mengambil kecuali foto.

“Juga ada lomba defile memperebutkan piala Dandim 0708 untuk tingkat SMP dan SLTA, yang diprakarsai FKPPI,” pungkas Wiwik.
 
 
Jon