Peringatan HUT PGRI dan HGN 2017 di SMK PGRI 3 Denpasar

    


Pemotongan tumpeng memperingati HUT PGRI dan Hari guru Nasional 2017 di SMK PGRI 3 Denpasar - foto: dok

KORANJURI.COM – Secara nasional kekurangan guru menjadi kebutuhan mendesak untuk dipenuhi. Dengan keterbatasan jumlah guru yang ada sekarang, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana mengatakan, guru tetap dituntut menjalankan profesinya secara profesional.

“Di semua jenjang pendidikan masih kekurangan guru kelas, SD, SMP dan SMP. Ini terjadi secara nasional,” kata Nengah Madiadnyana usai memperingati HUT PGRI Ke-72 dan Hari Guru Nasional Ke-23, Sabtu, 25 November 2017.

Di lingkungan YPLP PGRI Kota Denpasar, peningkatan profesionalitas guru mengacu pada 8 standar pendidikan.

Meski diakui Madiadnyana, profesionalitas guru tak lepas dari kesejahteraan. Hanya saja, tidak ada ukuran baku untuk menentukan sebuah kesejahteraan. Mengingat, tugas guru tetaplah mengajar dan menjaga marwah pendidikan Indonesia menjadi semakin berkualitas.

PGRI sendiri konsisten dengan sikap untuk terus menyuarakan hak para guru dan mendorong pemerintah mengisi kekurangan tenaga pengajar.

“Pemerintah sudah tahu itu, bisa saja (pemerintah) ada pemikiran lain atau tengah menyiapkan sesuatu untuk menambal kebutuhan guru, karena ini sifatnya sangat mendesak,” jelas Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini.

Sementara, memperingati HUT PGRI Ke-72 dan Hari Guru Nasional Ke-23, SMK PGRI 3 Denpasar menggelar upacara bendera. Kegiatan itu juga diisi dengan penyerahan piala dari para siswa berprestasi di berbagai bidang baik prestasi akademis maupun non akademis.(Way)