Perda 9/2020 Menjaga Bali Mandiri Energi dan Energi Bersih

    


Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bali berlakukan Perda Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Bali Tahun 2020-2050. Beleid Nomor 9 Tahun 2020 itu diperlukan untuk pemetaan dan inventarisasi menuju Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.

Gubernur Wayan Koster mengatakan, Bali memiliki ketersediaan energi dengan kapasitas 1.261,2 MW. Energi itu bersumber dari pembangkit lokal Bali dengan kapasitas 921,2 MW bersumber dari pembangkit energi dari Buleleng, Jembrana, dan Denpasar.

“Selain itu juga bergantung pada saluran dari luar Bali, kabel laut dari Paiton ke Gilimanuk dengan kapasitas 340 MW,” kata Koster, Selasa, 29 September 2020.

Menurut Gubernur, pembangkit energi lokal Bali merupakan energi bersih ramah lingkungan. Sedangkan yang disalurkan dari Paiton merupakan energi yang tidak ramah lingkungan karena memakai bahan bakar batu bara.

Beban puncak kebutuhan energi di Bali pada tahun 2019 adalah sebesar 902 MW. Berdasarkan data ini, Bali belum mandiri energi, dan belum sepenuhnya menggunakan energi bersih ramah lingkungan.

“RUED Provinsi Bali bertujuan untuk mengatur pengelolaan dan pembangunan sistem energi yang mandiri, mudah terjangkau, berkeadilan, berkelanjutan, dan mensejahterakan dengan memprioritaskan energi bersih/ramah lingkungan,” jelas Gubernur.

Gubernur menjelaskan, RUED Provinsi Bali disusun sebagai pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), penyusunan APBD Semesta Berencana Provinsi, pengelolaan energi di Provinsi, pemanfaatan dan pengembangan Energi di Kabupaten/Kota, dan pemanfaatan Energi pada sektor lainnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

“RUED Provinsi Bali memprioritaskan penggunaan sumber energi bersih meliputi gas bumi dan energi baru terbarukan,” tandasnya.

Lanjut Koster, Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2015 sebesar 0,27 %, ditargetkan akan meningkat menjadi 11,15 % pada tahun 2025, dan diharapkan porsi EBT menjadi 20,10 % pada tahun 2050. Peningkatan EBT diprioritaskan pada pemanfaatan dan pengembangan PLTS Atap dan Bioenergi serta EBT lainnya.

Sumber energi batubara dirancang menjadi 3,32 % pada tahun 2025 dan menjadi zero atau nol pada tahun 2050. Kondisi eksisting pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara digunakan pada PLTU Celukan Bawang dan PLTU Paiton Jawa Timur yang disalurkan melalui kabel laut. Minyak bumi porsinya akan turun menjadi 45,05 % pada tahun 2050.

Untuk memenuhi kebutuhan permintaan energi, maka penggunaan sumber energi gas akan diperbesar menjadi 34,85 % pada tahun 2050. Keterbatasan daya dukung terhadap pembangkit fosil (gas, minyak bumi dan batubara) serta keterbatasan dalam pengembangan sumber energi baru terbarukan (EBT), maka Pemerintah Provinsi Bali akan mengupayakan dengan cermat pasokan listriknya dengan penambahan kapasitas listrik dari pembangkit di Bali yang menggunakan energi Bersih.

Selain itu untuk menjaga kehandalan sistem kelistrikan di Jawa dan sistem di Bali, penguatan sistem dilakukan melalui grid Jamali atau Jawa Bali Connection (JBC) yang berfungsi sebagai cadangan bersama (reserve sharing),” jelasnya.

Ditambahkannya, RUED Provinsi Bali merangkum beberapa kebijakan dalam mengelola energi, antara lain kebijakan utama yang meliput ketersediaan energi untuk kebutuhan daerah, prioritas pengembangan energi bersih, dan pemanfaatan sumber EBT daerah.

Sedangkan kebijakan pendukung, sebut dia, meliputi konservasi energi dan diversifikasi energi, lingkungan hidup dan keselamatan, harga, subsidi, dan insentif energi. Kemudian infrastruktur dan akses untuk masyarakat terhadap energi dan industri energi, penelitian, pengembangan, penerapan teknologi energi, serta kelembagaan dan pendanaan.

“Dengan ditetapkannya Perda ini, Bali telah memiliki pedoman dalam rangka mengembangkan dan memanfaatkan energi di daerah tahun 2020-2050 guna mewujudkan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih,” jelasnya. (Way)