Perbaikan Peringkat, Petinju Purworejo Bertanding ke Philipina

    


Herry Andriyanto 'The Predator", petinju dari Purworejo yang akan bertanding di Philipina - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Herry Andriyanto (30), petinju peringkat satu nasional kelas Welter Yunior (63,5) dari sasana Wangunrejo Boxing Camp, yang beralamat di Desa Wangunrejo, Banyuurip, Purworejo, dipastikan akan bertanding di Philipina pada 21 Juli mendatang.

Petinju warga Baledono Candi, Purworejo ini, akan menjalani pertandingan untuk perbaikan peringkat, melawan petinju Philipina, Al Rivera, yang kini menduduki peringkat satu kelas Welter Yunior PABA (Pan Asian Boxing Association), dan memiliki rekor 19 kali bertanding, dengan 17 TKO, 3 kali kalah, dan 1 drow.

“Saat ini saya menduduki peringkat ke 3 kelas Welter Yunior PABA,” ujar Herry, Selasa (10/7).

Herry Andriyanto, didampingi manajer sasana, Asih Indriasari, pelatih Giant Wasiat, dan pemilik sasana Wangunrejo Boxing  Camp, Bin Sudarmanto - foto: Sujono/Koranjuri.com

Herry Andriyanto, didampingi manajer sasana, Asih Indriasari, pelatih Giant Wasiat, dan pemilik sasana Wangunrejo Boxing Camp, Bin Sudarmanto – foto: Sujono/Koranjuri.com

Herry, yang didampingi manajer sasana, Asih Indriasari, pelatih Giant Wasiat, dan pemilik sasana Wangunrejo Boxing Camp, Bin Sudarmanto ini yakin, akan mampu mengalahkan petinju kidal tersebut.

Dibawah promotor Rosa, Herry memiliki target untuk menang TKO melawan Al Rivera. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, namun petinju yang memiliki julukan The Predator ini sudah memiliki teknik tersendiri untuk melawannya.

“Karena lawannya kidal, Herry harus lebih menghidupkan tangan kanannya. Ini bukan pertama kali Herry melawan petinju kidal. Dia sudah banyak pengalaman,” ungkap Giant Wasiat menimpali.

Bertanding di luar negeri bagi Herry, sudah sering dilakukan. Bagi petinju yang memiliki rekor bertanding sebanyak 41 kali, dengan 16 kali menang TKO, 17 kali menang angka, 4 kali kalah, dan 4 kali seri ini, akan bertanding dalam 10 ronde.

“Persiapan sudah kita lakukan dua bulan terakhir ini, baik fisik, psikis dan teknik, dengan bimbingan pelatih Giant Wasiat dan Margono,” jelas Asih Indriasari.

Bagi dunia tinju kelas profesional, nama Herry Andriyanto sudah tak asing lagi. Petinju yang mulai bertinju dari kelas amatir, dan beralih ke tinju profesional sejak 2004 ini, sudah menyabet banyak kejuaraan.

Terakhir, Herry meraih juara satu sabuk emas Bupati Kulonprogo. Herry menang TKO di ronde keenam, melawan petinju peringkat ke 6 nasional kelas Welter (66 kg), Beny Tumaika dari Kostrad Solo pada tahun ini.

“Semoga, prestasi Herry ini bisa menjadi penyemangat bagi para pemuda di Purworejo untuk menyukai dunia tinju,” ujar Bin Sudarmanto, yang memiliki sepuluh petinju di sasananya ini. (Jon)