Perayaan Ke-18 Tahun SMK PGRI 3 Denpasar Digelar Sederhana, yang Penting Prestasi!

    


Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana mengangkat piala untuk siswa yang meraih juara umum empat kali berturut-turut di event tingkat provinsi Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Hingga menapak usia 18 tahun, SMK PGRI 3 Denpasar memiliki jumlah siswa terbesar di Bali sebanyak 2.226 orang. Selain itu, sejumlah prestasi membanggakan juga ditorehkan siswa di sekolah kejuruan perhotelan itu.

Pencapaian itu melalui jalan panjang dan tidak mudah. Namun pengelola membuktikannya dengan semakin meningkatnya pelayanan mutu pendidikan di bidang ilmu perhotelan.

Di awal tahun 2012, SMK PGRI 3 Denpasar mengantongi ISO 2001:2008. Sertifikasi pelayanan mutu standar internasional itu diraih bertepatan dengan HUT sekolah yang ke-12.

“Artinya, pelayanan yang kami berikan untuk masyarakat berstandar internasional,” jelas Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana, Rabu, 24 Januari 2018.

Torehan prestasi di bidang layanan pendidikan juga berhasil diraih yakni, dengan dipilihnya SMK PGRI 3 Denpasar sebagai penyelenggara Lembaga Sertifikasi Pendidikan (LSP) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pemberian penghargaan kepada siswa yang telah menorehkan prestasi gemilang - foto: Koranjuri.com

Pemberian penghargaan kepada siswa yang telah menorehkan prestasi gemilang – foto: Koranjuri.com

LSP memberikan lisensi yang diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP. Dengan lisensi yang diberikan seseorang telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi.

Dengan pencapaian yang sudah ada, Madiadnyana mengharapkan pengelolaan pendidikan di SMK PGRI 3 Denpasar akan lebih baik.

“Di HUT ke-19 mendatang, kami harap ada peningkatan yang lebih baik. Saat ini kita melakukan instrospeksi untuk menjadi semakin maju dalam berkarya di dunia pendidikan,” jelas I Nengah Madiadnyana yang juga ketua YPLP PGRI Kota Denpasar.

Puncak HUT sekolah tahun ini, dilakukan dengan cara sederhana. Siswa mengikuti upacara bendera dan manajemen sekolah membagikan penghargaan dan piala untuk rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Event yang digelar untuk memeriahkan HUT Ke-18 itu dipilih melalui pendekatan budaya dan kampanye lingkungan. Sebelumnya, gerak jalan sehat menjadi pembuka rangkaian acara.

Kegiatan itu sekaligus dikemas dengan bersih lingkungan di sepanjang rute yang dilalui gerak jalan sehat.

“Denpasar sebagai kota budaya, seyogyanya kegiatan kami mendukung program pemerintah dalam upaya melestarikan tradisi,” jelas I Nengah Madiadnyana. (Way)