Perayaan Imlek di Bali Dipusatkan di Danau Batur, Hadirkan Ribuan Turis Tiongkok

    


Pers conference pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival 2019 di Griya Santrian, Sanur, Rabu, 30 Januari 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perayaaan Imlek di Bali akan dipusatkan di kawasan pegunungan Batur dengan Balingkang Festival Kintamani 2019 pada 6 Februari 2019. Festival itu akan mengangkat fragmen Jayapangus dan Putri Kang Cing We sebagai penguasa kerajaan Balingkang di masa 1178–1181.

Dari persiapan yang diadakan, festival itu akan disemarakkan dengan ribuan lampion di sekitar Danau Batur. Jumlah wisatawan Tiongkok yang akan hadir diperkirakan mencapai 3.000 orang.

“Ini test case dan acara yang diadakan sangat mendadak. Tapi dukungan dari industri sangat tinggi, jadi kami meyakini semua akan berjalan dengan baik,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, Rabu, 30 Januari 2019.

Gede Yuniartha menambahkan, Bali dan Tiongkok memiliki kaitan sejarah kuat sejak ratusan tahun lalu. Jejak kerajaan Balingkang di wilayah Kintamani menjadi bukti jalinan ikatan antara Bali dan Tiongkok.

Hal itu, kata Yuniartha, juga terjadi di era sekarang ketika wisatawan asal Tiongkok selalu menempati posisi terbanyak dari turis yang datang ke Bali. Hanya saja, saat muncul persoalan ‘Bali dijual murah’ kepada turis oriental itu, jumlah wisatawan Tingkok menurun drastis dan menempati posisi kedua dari jumlah turis asing yang secara reguler datang ke Bali.

“Bagaimana nanti kita bisa mendatangkan lagi turis Tiongkok dalam jumlah lebih besar. Kedepan kita akan buat kegiatan yang lebih sempurna,” ujar Gede Yuniartha.

Sementara, Konsulat Jenderal Tiongkok di Bali Gou Hao Dong yang diwakili istri Madam Sun Lihua memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas terselenggaranya Balingkang Festival.

“Bali dan China punya sejarah panjang, itulah kenapa saya disini, untuk jadi jembatan turis dari negara kami datang lebih banyak ke Bali. Saya melihat masa depan yang cerah,” jelas Madam Sun Lihua.

Balingkang Festival Kintamani 2019 akan melibatkan seluruh masyarakat di Kecamatan Kintamani. Disitu ada 5 Desa yang berada di kawasan Danau Batur yakni, Desa Buahan, Desa Trunyan, Desa Songan, Desa Kedisan dan Desa Batur. Ditambah lagi, keterlibatan 15 desa diluar areal Danau Batur.

Tokoh masyarakat Kintamani Wayan Absir menjelaskan, fragmen yang ditampilkan bukan saja melibatkan penari namun juga perangkat gamelan maupun perlengkapan lain seperti uang kepeng atau pis bolong.

“Bagi kami Desa Pakraman Batur sudah terbiasa mengadakan event besar, sampai-sampai melibatkan 70 gamelan sudah pernah kami lakukan,” jelas Wayan Absir. (Way)