Peradi Minta Presiden Keluarkan Perpu Anti Terorisme Jika Revisi UU Mentok

    


Ketua umum Peradi Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan SH., MH (kanan) dan Sekretaris Jenderal Peradi Thomas E. Tampubolon SH., MH (kiri) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Melihat perkembangan aksi terorisme di tanah air, Ketua Umum Organisasi Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Fauzie Yusuf Hasibuan menyatakan perlu untuk pemerintah dan legislatif segera merevisi UU Anti Terorisme

“Atau apabila revisi terhadap UU Anti Terorisme sulit dilakukan dalam waktu dekat, maka, kami mendukung Presiden Joko Widodo untuk secepatnya menerbitkan PerPu Anti Terorisme,” jelas Fauzie, Senin, 14 Mei 2018.

Menurut Fauzie, pergerakan terorisme perlu ada pencegahan dan penanganan khusus. Aksi terorisme harus dapat dicegah sebelum terjadi oleh UU Anti Terorisme.

“Ini semata-mata agar kejahatan terorisme di Indonesia dapat segera terkendali dan dibumihanguskan,” ujarnya.

Ungkapan simpati dan keprihatinan atas terjadinya serangkaian aksi terorisme di tanah air menyita perhatian banyak pihak. Mewakili induk organisasi, Fauzie Yusuf Hasibuan menyatakan rasa duka mendalam atas tragedi kemanusiaan itu.

“Peristiwa ini merupakan kejahatan luar biasa diluar batas perikemanusiaan dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun,” ujar Fauzie Yusuf Hasibuan saat memberi pernyataan sikap didampingi Sekretaris Jenderal Thomas E. Tampubolon.

Pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para pimpinan umat beragama untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh ujaran kebencian yang diedarkan secara lisan maupun melalui media sosial.

“Kita harus menyikapi peristiwa ini dengan tetap kepala dingin, menjaga persaudaraan, mempererat persatuan dan merapatkan barisan menolak anarkisme dan terorisme serta provokasi kebencian yang memecah belah bangsa Indonesia,” jelas Fauzie. (Bob)