Peradi Denpasar Gandeng Fakultas Hukum Udayana Gelar PKPA Angkatan IV

    


Dekan FH Unud Dr. I Made Arya Utama, SH., M.Hum., Sekjen DPN Peradi Hasanuddin Nasution, SH., Sekretaris Peradi Denpasar I Nengah SH dan Ketua DPC Denpasar Peradi I Wayan Purwitha, SH., MH., dan ketua panitia Ni Wayan Umi Martina, SH., MH - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Denpasar, I Wayan Purwitha, SH., MH., mengatakan, Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bertujuan untuk mencetak advokat yang berkualitas.

Tiga hal yang ditekankan dalam pendidikan itu yakni, tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian.

“Dengan iman yang tinggi seorang advokat tidak akan mudah tergoda oleh harta, kecuali murni dari hasil jasa profesinya sebagai pengacara,” jelas Purwitha, Sabtu, 15 Juni 2019.

Pendidikan profesi advokat itu menjadi pintu gerbang para calon kuasa hukum dalam memahami ilmu hukum yang mumpuni. Purwitha mengatakan, seorang advokat harus mampu menjalankan tugasnya secara profesional.

“Diharapkan advokat tersebut memilki pengabdian tinggi terhadap profesinya dan peduli dengan rakyat kecil yang meminta bantuannya. Jadi tidak semata-mata karena uang tapi bisa membantu yang berkekurangan secara materi ketika mereka mendapat masalah hukum,” ujarnya.

Tahun ini, DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Denpasar kembali mengadakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) angkatan IV. Tahun ini Peradi menggandeng Fakultas Hukum Universitas Udayana yang diikuti 40 orang.

Ketua Panitia PKPA Ni Wayan Umi Martina SH., MH., menjelaskan, peserta yang mengikuti PKPA terdiri dari kalangan profesional maupun profesi kedinasan.

“Selama kami bekerjasama dengan Fakultas Hukum Unud, pengajarnya dari DPN dan dosen di Fakultas Hukum Udayana yang punya kualifikasi baik,” jelas Umi.

Untuk wilayah Bali, materi pengajaran ditambahkan dengan materi Hukum Adat Bali. Umi mengatakan, pendidikan itu akan digelar sampai bulan Juli yang nantinya akan diakhiri dengan Ujian Profesi Advokat (UPA).

Sementara, Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Dr. I Made Arya Utama, SH., M.Hum., menambahkan, PKPA merupakan proses dari mencetak pakar-pakar hukum yang memiliki kemampuan tinggi, terutama untuk beracara di persidangan.

Proses tersebut, menurut Arya, harus dijaga kualitasnya sehingga nantinya akan menghasilkan advokat handal. Bahkan, pihaknya sampai membatasi jumlah peserta pendidikan. Hal itu semata-mata untuk menjaga mutu.

“Kami komitmen disitu dan tidak main-main dalam proses ini, yang hanya sekedar meloloskan, menghasilkan, akan tetapi harus dapat menjaga kualitas,” kata Arya.

Dirinya berharap, alumni PKPA bukan saja menjadi ahli dalam profesinya tapi juga tidak ‘bermasalah’ dalam menjalankan tugas profesinya. Selain itu, tambah Arya, para praktisi nantinya diharapkan dapat mengemban amanah dalam tugasnya. (Way)