Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMK PGRI 3 Denpasar, Kepsek: Generasi Muda Harus Dilindungi

    


Ratusan siswa mengikuti penyuluhan bahaya narkoba oleh BNN Kota Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Materi terkait bahaya narkoba terdapat dalam Kurikulum 2013. Mengaplikasikan bahan ajar tersebut, SMK PGRI 3 Denpasar mengaplikasikannya sebagai sisipan kepada siswa didik.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana mengatakan, generasi muda berpotensi besar terhadap ancaman penyalahgunaan Napza dan bahan-bahan narkotika. Karena itu, sedini mungkin sekolah ikut berperan dan terlibat untuk memproteksi siswa akan bahaya narkoba.

“Yang paling berkompeten adalah BNN. Namun disini, kami ikut terlibat dengan memberikan akses kepada BNN memberikan wawasan terkait bahaya menkonsumsi Napza,” ujar Nengah Madiadnyana, Jumat, 28 Juli 2017.

Mengakomodir pentingnya wawasan tentang narkotika, pihaknya memberikan akses kepada BNN Kota Denpasar dalam memberikan penyuluhan kepada siswa. Kegiatan itu berlangsung di aula SMK PGRI 3 Denpasar.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana bersama kepala desa Sumerta Kelod dan Tim penyuluh BNN Kota Denpasar, AKBP I Wayan Gede Suwahyu - foto: Koranjuri.com

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana bersama kepala desa Sumerta Kelod dan Tim penyuluh BNN Kota Denpasar, AKBP I Wayan Gede Suwahyu – foto: Koranjuri.com

“Kami berkoordinasi dengan desa Sumerta Kelod mengadakan penyuluhan narkoba ini. Kegiatan ini memiliki tujuan sangat penting dalam membentengi anak didik terhadap bahaya narkoba,” jelas Madiadnyana.

Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP I Wayan Gede Suwahyu, yang secara langsung hadir sebagai penyuluh memberikan materi yang cukup sederhana terkait eksistensi narkoba yang saat ini marak.

Dihadapan ratusan siswa, Gede Suwahyu berkisah soal perang candu yang terjadi di Cina hingga Hongkong dikuasai Inggris. Perang candu ini terjadi di Tiongkok pada abad 19.

“Efek narkoba atau candu ini berdampak pada menurunnya kondisi fisik dan mental penggunanya. Ini sangat berbahaya dan harus dihindari oleh generasi muda,” jelas Suwahyu.

Selain membuka wawasan siswa tentang narkoba dan bahayanya, penyuluhan itu juga disertai dengan tanya jawab kepada siswa dalam suasana santai.

Pertanyaan sederhana soal definisi narkoba pun dilontarkan. Siswa menjawab cukup antusias sesuai apa yang mereka pahami.

“Dari sekian banyak siswa yang hadir, harapan kita, pemahaman ini dapat ditularkan kepada siswa yang lain di sekolah maupun orang-orang yang ada di lingkungan mereka,” jelas AKBP I Wayan Gede Suwahyu. (Way)