Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 19,5 Miliar Digagalkan di Perairan Jambi

    


Penangkapan penyelundupan baby lobster yang dilakukan Koarmada I menjadi yang kedua dalam kurun waktu satu Minggu - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Upaya penyelundupan baby lobster terus terjadi melalui perairan. Namun, upaya tersebut juga selalu digagalkan oleh TNI AL.

Minggu (21/4/2019) dini hari, Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Posmat Kampung Laut Jambi dan Tim Intel Lanal Palembang, menggagalkan penyelundupan ratusan ribu ekor Baby Lobster di Perairan Lambur Luar Tanjung, Jabung Timur, Jambi.

“Dari informasi menyebutkan akan ada penyelundupan baby lobster dengan menggunakan speedboat,” jelas Komandan Lanal Palembang Letkol Laut (P) Saryanto, Minggu, 21 April 2019.

Saat dilakukan pengecekan muatan, ditemukan 20 boks styrofoam yang berisi total 130.600 ekor baby lobster jenis mutiara dan pasir. Nilainya mencapai Rp 19.520.000.000.

Dalam penangkapan itu, satu tersangka diamankan ke Posmat Kampung Laut untuk penyelidikan lebih lanjut. Menurut Saryanto, Lanal Palembang berkoordinasi dengan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi untuk pengecekan jumlah baby lobster secara keseluruhan.

Penangkapan penyelundupan baby lobster yang dilakukan Koarmada I menjadi yang kedua dalam kurun waktu satu Minggu.

Keberhasilan tersebut, merupakan komitmen TNI AL atau Koarmada I dalam penegakkan hukum di laut.

“TNI AL konsisten dan tidak ragu dalam menindak setiap kegiatan ilegal dilaut, dengan meningkatkan patroli oleh unsur KRI atau kapal patroli Lantamal serta Lanal di daerah rawan,” jelas Komandan Lanal Palembang Letkol Laut (P) Saryanto. (Bob)