Penyanyi Organ Tunggal ini Babak Belur Dianiaya Suami

    


Muhtadi, yang dilaporkan ke polisi karena menganiaya istri - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Muhtadi (27), warga Desa Ukirsari RT.1/2, Kecamatan Grabag, Purworejo ini, tidak bisa menjalankan ibadah puasa bersama anak istrinya. Dia harus masuk penjara, karena dilaporkan istrinya sendiri, Retno Puranita (23) ke polisi, dengan tuduhan penganiayaan. Kasus KDRT ini kini ditangani Polsek Grabag.

Muhtadi dilaporkan istrinya ke polisi pada Selasa (31/5) lalu, setelah dia memukul istrinya sebanyak 4 kali pada hari Sabtu (28/5), tepat di hari ulang tahun Muhtadi.

Cerita Muhtadi, saat ditemui di Mapolsek Grabag, sejak 4 tahun lalu membina rumah tangga dengan Retno yang berprofesi sebagai penyanyi organ tunggal itu, rumah tangganya memang sudah tak harmonis dan sering cekcok.

“Sumber masalahnya, istri tidak fokus mengurusi keluarga danĀ  tidak jujur karena profesinya itu,” ujar Muhtadi.

Seringkali, kata Muhtadi, karena harus menyanyi, istrinya itu ‘melupakan’ keluarganya, dan tidak mengurusi anak semata wayangnya. Kejadian itu terus berulang, hingga Muhtadi sempat melarang istrinya untuk tidak menyanyi lagi. Namun larangan itu tak dipatuhinya.

“Pernah juga pamitnya mau rewang di tempat tetangga, tapi nggak tahu pergi kemana, sama siapa,” cerita Muhtadi, tentang ketidakjujuran istrinya, Senin (6/6).

Dan pada Sabtu (28/5) lalu, saat dirinya berulangtahun, Muhtadi meminta istrinya untuk selalu jujur dan menomorsatukan keluarga. Namun justru hal inilah, yang membuat keduanya kembali ribut dan berujung pada penganiyaan terhadap istrinya. Karena tak terima, akhirnya Retno melaporkannya ke polisi.

“Saya khilaf. Saya memukulnya 4 kali, kena tangannya, dan sekali kena mukanya,” aku Muhtadi yang hanya bisa menunduk lesu menyesali perbuatannya.

Menurut AKP Suwito, selaku Kapolsek Grabag, Muhtadi terancam hukuman 5 tahun penjara. Dirinya dijerat dengan UU no.23 tahun 2014 pasal 44 ayat 1, tentang kekerasan dalam rumah tangga.
 
 
Jon