Penyambutan Penumpang Viking Sun Urung Dilakukan di Pelabuhan Benoa

    


Kapal pesiar Viking Sun dengan bendera Norwegia masih terkatung-katung di tengah laut perairan Benoa menunggu ijin sandar di Pelabuhan Benoa, Sabtu (7/3/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Penyambutan penumpang kapal pesiar Viking Sun yang sedianya bersandar di Pelabuhan Benoa, tertunda, Sabtu (7/3/2020). Deretan meja kursi telah tertata rapi di dalam gedung kedatangan.

Diatas meja juga tertulis perwakilan duta besar maupun Konjen negara-negara yang akan menyambut warganya (penumpang kapal) yang akan berkunjung di Bali. Namun hingga Sabtu malam, ternyata kapal berpenumpang ribuan orang itu belum mengantongi ijin sandar.

Dari informasi yang ada di Pelabuhan Benoa, kapal Viking Sun akan bersandar, setelah kapal pesiar lain yang terlebih dahulu bersandar, meninggalkan Pelabuhan Benoa pada pukul 23.00 Wita. Namun sampai tengah malam, Viking Sun masih lego jangkar di tengah laut.

Sejumlah sopir travel yang sejak Sabtu pagi menunggu, akhirnya memutuskan pergi. Para sopir travel itu mendapatkan informasi jika Viking Sun batal bersandar di Pelabuhan Benoa karena masalah perijinan yang belum keluar.

Kapal berpenumpang mencapai lebih dari 1.000 orang itu, sebelumnya juga ditolak bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Tanjung Perak Surabaya.

Penolakan ijin sandar itu karena kebijakan otoritas terkait dalam mengantisipasi wabah virus corona covid-19.

Terkatung-katung di Pelabuhan Benoa Bali, Viking Sun menunggu ijin dari Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar untuk berlabuh.

Sabtu (7 /3/2020) tengah hari, pejabat Pemprov Bali termasuk Gubernur Bali masih berkoordinasi dengan Pemkot Denpasar beserta instansi terkait, guna membahas ijin sandar kapal Viking Sun.

Walikota Rai Mantra menyampaikan bahwa saat ini informasi dari Kota Surabaya dan Kota Semarang telah melakukan penundaan bagi kapal-kapal pesiar yang mengangkut wisatawan asal daerah terjangkit COVID-19.

Menurut Rai Mantra, pihaknya perlu berkoordinasi dengan Pemprov Bali.

“Kita lakukan pembahasan bersama, terlebih kawasan Benoa di Kecamatan Denpasar Selatan menjadi satu kawasan bersandar bagi kapal pesiar,” kata Walikota.

“Sehingga pada hari ini kami bersama bapak Gubernur Bali serta OPD terkait melakukan pembahasan terkait hal ini yang nantinya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambah Rai Mantra.

Meski saat ini di Pelabuhan Benoa memberlakukan standar SOP Covid-19, namun menurut Walikota perlu dilakukan antisipasi bersama.

Dalam pertemuan itu, Rai Mantra mengatakan, ada kesepakatan menunda sementara kunjungan wisatawan melalui jalur laut.

“Ini untuk keselamatan warga kita semua,” ujar Rai Mantra.

Pertemuan itu juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, A.A Ngurah Rai Iswara, Asisten I Sekda Kota Denpasar, Made Toya, Kadis Kesehatan Provinsi Bali, Kadis Perhubungan Provinsi Bali, serta Kabag Humas dan Protokol Setda Denpasar, Dewa Gede Rai. (tok)