Penjala Ikan Tewas Tersambar Petir

    


Jenasah Khomsin, yang tewas tersambar petir saat dievakuasi petugas - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib apes dialami Khomsin ( 35 ), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Khomsin tewas meregang nyawa setelah tersambar petir saat menjala ikan.

Peristiwa ini terjadi Selasa (6/11), sekitar pukul 08.00 WIB, di persawahan tepatnya di dekat kali Sidatan Desa Tanjungsari, Kecamatan Kutowinangun.

Menurut keterangan beberapa saksi yang melihat persis kejadian itu, korban sebelumnya sempat diingatkan untuk segera bergegas berteduh karena cuaca semakin buruk.

“Teman korban Samngani dan Slamet sebelum kejadian mengingatkan korban untuk berteduh di tempat penggilingan padi yang tidak jauh dari tempatnya mencari ikan. Jaraknya kurang lebih 100 meter dari TKP,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas AKP Suparno, Rabu (7/11).

Setelah Samngani dan Slamet berteduh, kurang lebih tiga puluh menit kemudian terdengar petir menyambar. Mereka kaget, saat melihat kilatan petir menyambar tempat Khomsin menjala ikan.

“Selanjutnya kedua saksi bergegas mengecek kondisi Khomsin. Ternyata, Khomsin sudah terkapar dan tak bergerak,” jelas Suparno.

Selanjutnya mereka bergegas melapor kejadian tersebut ke perangkat desa Tanjungsari, dan di teruskan lapor ke Polsek Kutowinangun.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Polsek Kutowinangun, yang pada saat itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Sugiyanto dan tim medis dari Puskesmas Kutowinangun, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda mencurigakan yang mengarah pada kejahatan pidana.

“Menurut keterangan tim medis, dari lukanya, bahwa korban benar disambar petir. Ada luka bakar dibagian paha kiri sebelah atas sampai dengan perut,” Suparno. (Jon)