Penipuan Catut Nama Jokowi Diungkap Polda Metro Jaya

    


Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap pelaku kasus tindak pidana penipuan - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap pelaku kasus tindak pidana penipuan dengan menjanjikan pinjaman uang yang bersumber dana Yenny Wahid, Harri Tanoesoedijo dan Jokowi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan barang bukti kuitansi yang dipakai tersangka ISP untuk menipu korbannya.

Tim Unit 3 Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap pelaku penipuan yang mengaku berasal dari yayasan milik Yenny Wahid dan Harry Tanoesoedibjo.

“Dalam aksinya, pelaku dengan inisial ISP menyebar informasi melalui media sosial bisa membantu peminjaman uang untuk usaha kecil sebesar Rp 15 juta dari kedua yayasan dimaksud,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya Senin (28/1/2019).

Menurut Argo, pelaku juga mengatakan pinjaman tak perlu dikembalikan apabila Joko Widodo kembali memenangi Pilpres 2019.

“Pelaku menyebutkan informasi seperti itu untuk menarik perhatian para calon korbannya melalui media sosial,” ucap Argo.

Argo Menambahkan, para korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku untuk disurvei tempat usaha.

Begitu tiba di tempat usaha korban, pelaku dengan penuh gaya memfoto usaha para korbannya dengan dalih memenuhi persyaratan mendapatkan pinjaman.

Setelah selesai, Pelaku meminta uang administrasi sebesar Rp 650.000 kepada korban dengan dalih biaya administrasi dan menjanjikan pinjaman cair akhir Desember 2018.

Menurut Argo, hingga lewat waktu yang dijanjikan ternyata pinjaman yang ditunggu tak kunjung didapat. Melihat ada sesuatu yang tak beres, korban akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

“Dari laporan tersebut petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku di rumahnya, di kawasan Pulogadung pada Jumat, 25 Januari 2019 malam,” ungkap Argo.

Dari tangan pelaku petugas juga menyita barang bukti kuitansi, kartu ATM, KTP, dan KK sebagai barang bukti.

“Dari hasil penyelidikan diketahui sudah ada 14 orang yang jadi korban penipuan pelaku. Uang hasil menipu para korban sebanyak Rp10 juta sudah habis untuk keperluan hidup pelaku,” tegas Argo.

Kemudian pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. (Bob)