Pengrajin UMKM di Karangasem Sampaikan Harapannya Untuk Koster

    


Cagub nomer urut 1, I Wayan Koster berdialog dengan pengrajin di Karangasem - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Program kerakyatan yang diinisiasi Cagub-Cawagub nomer urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), merata di semua elemen. Termasuk kegiatan UMKM yang selama ini ditekuni sebagian masyarakat di wilayah Kabupaten Karangasem.

Menurut I Wayan Sujana, pengrajin anyaman asal Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, pihaknya merasa konsep program yang digulirkan Koster-Ace dapat diterima masyarakat.

“Program Koster-Ace sudah diterima dan realistis bagi warga Bali. Mari pilih Koster. KBS datang pasti menang,” kata Wayan Sujana, Senin 13 Maret 2018.

Sujana yang tergabung dalam kelompok kesenian sekaa gong dan angklung mengaku, dalam berkesenian, sanggar seni yang diikutinya masih mengandalkan uang patungan atas biaya sendiri.

“Selama ini kami swadaya sendiri. Mohon bantuan dan dipikirkan, Pak,” harapnya.

Di sisi lain, ia ingin desanya yang memiliki potensi wisata dapat dikembangkan oleh pemerintah. Pun demikian, kehidupan masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai pengrajin anyaman bambu.

Aspirasi juga disampaikan perwakilan Komunitas Putri Mardani asal Duda, Kecamatan Selat, Ni Wayan Murdani. Komunitas yang diikutinya bergerak di bidang pengolahan salak. Peralatan sudah dimiliki namun gedung pengolahannya belum ada.

“Ada 20 orang anggota kami yang bergelut di bidang pengolahan salak,” ujar Murdani.

Aspirasi warga diterima Cagub ‘Satu Jalur’, I Wayan Koster dengan menyatakan akan memberikan jaminan usaha pertanian salak.

“Saya akan lindungi, kita perluas kawasannya, dikembangkan budidayanya. Bicara salak ya, Karangasem. Merek-nya harus dijaga, dibuatkan kawasannya. Lahannya, bibit, cara menanamnya termasuk di hilir pengolahannya,” jelas Koster.  

“Kita akan buatkan bangunannya dan menjadikan sebagai home industry pengolahan salak. Nanti juga akan ada BUMD untuk mengatur hasil pertanian buah lokal,” tambah Koster.

Bantuan kepada desa adat, dikatakan Koster, pemerintah akan melestarikan dan membangun sesuai adat budaya Bali. Begitu pula dengan potensi pengembangan wisata di Karangasem juga menjadi perhatian Koster-Ace. (*)