Penggagalan Pelantikan Presiden Dibahas Serius di Grup WA

    


3 orang pria dan 3 orang perempuan ditangkap karena terlihat dalam rencana persiapan menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di GEDUNG DPR/MPR, Minggu, 20 Oktober 2019 - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Upaya menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Minggu (20/10/2019) urung terjadi karena polisi terlebih dulu menangkap para pelakunya.

Mereka merencanakan kekacauan dari grup WhatsApp yang bernama ‘Fisabilillah’. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, grup tersebut diinisiasi oleh salah satu tersangka Samsul Huda (SH).

Di dalam grup tersebut, para tersangka saling berkomunikasi soal perencanaan penggagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu, tambah Argo, para tersangka juga saling share link berita-berita di media melalui grup WA tersebut.

Melalui grup WA beranggotakan 123 member dengan 5 orang admin ini, anggota grup menyebar informasi sampai merencanakan penggagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Propaganda yang dilancarkan adalah terkait isu maraknya tenaga kerja asal China dan polisi China di Indonesia. Kata Argo Yuwono, para anggota grup itu percaya dengan informasi tersebut.

Sebelum itu terjadi, polisi telah terlebih dulu menangkap 6 orang terkait upaya menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Rencana itu, kata Argo, dibahas secara khusus oleh para tersangka dalam sebuah grup WhatsApp. Para pelaku juga telah menyiapkan sejumlah ‘senjata’ seperti, peluru ketapel berupa bom karet yang akan dilempar ke petugas saat terjadi demo.

“Kelompok ini juga merencanakan kekacauan di DPR dengan melepaskan 8 ekor monyet yang sudah dibeli oleh para tersangka,” ujar Argo. (Bob)