Pengaspalan Tanpa Bangun Got, Warga Kusuma Bangsa Tetap Dihantui Banjir

    


Pengaspalan di sebagian ruas jalan Kusuma Bangsa Denpasar. Sejak tahun 1991 tak pernah dilakukan pengaspalan. Praktis kondisi lingkungannya juga terkesan kumuh. Jalan Kusuma Bangsa terbagi dalam ruas jalan yang dengan akses dari jalan Kusuma Bangsa Utama, lalu menuju jalan Kusuma Bangsa I hingga VI - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pengaspalan di sebagian ruas jalan Kusuma Bangsa Denpasar mulai digarap dan hampir rampung. Pengaspalan itu hanya mencakup 4 ruas jalan di Kusuma Bangsa III, V dan VI serta jalan Kusuma Dewa, Denpasar.

Sedangkan akses jalan utamanya masih belum diperkeras untuk mata anggaran tahun 2017. Staf Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Denpasar, Ida Bagus Sandiyadnya mengatakan, dana yang ada di akhir tahun anggaran ini sangat terbatas.

“Jadi belum bisa mengcover semua ruas jalan Kusuma Bangsa. Tahun ini kita usulkan untuk pekerjaan tahun 2018 mendatang,” ujar Ida Bagus Sandiyadnya saat meninjau lokasi pengaspalan, Senin, 20 November 2017.

Sandiyadnya juga mengakui, pengaspalan selalu dibarengi dengan pembuatan saluran air. Namun untuk proyek itu, pihaknya baru melakukan pengaspalan hot mix saja. Jika dipaksakan biaya yang dibutuhkan tidak mencukupi untuk pengaspalan empat ruas jalan.

“Kalau hanya satu ruas saja mungkin bisa. Tapi pertimbangan kami agar lebih banyak ruas jalan yang diaspal dengan anggaran yang terbatas,” jelas Sandiyadnya.

Pekerjaan pengaspalan tanpa disertai pembangunan saluran air itu, menurut warga sekitar justru kurang efektif. Terutama, warga di sepanjang jalan utama yang posisinya lebih rendah, justru mengkhawatirkan akan terjadi genangan tinggi ketika hujan.

“Tentunya air tetap akan menggenang kalau hujan turun. Disamping itu, aspal juga lebih mudah rusak kalau terkena air, rasanya jadi kurang efektif ya,” kata Ketut Sudana, warga sekitar.

Selama ini, saluran air atau selokan, dikatakan Ketut Sudana, dibangun oleh warga sendiri. Sehingga saluran pembuangan hanya berada di lokasi depan rumah. Sementara, di tanah kosong yang tak berpenghuni tidak ada saluran airnya.

“Mereka yang tinggal disini membangun saluran air sendiri. Jadi terputus-putus tidak satu aliran,” ujar Ketut Sudana.

Jalan Kusuma Bangsa berada di pertemuan antara jalan Pidada dan Bung Tomo di wilayah Ubung.

Posisinya strategis berada di Kota Denpasar. Namun, sejak tahun 1991 tak pernah dilakukan pengaspalan. Praktis kondisi lingkungannya juga terkesan kumuh. Jalan Kusuma Bangsa terbagi dalam ruas jalan yang dengan akses dari jalan Kusuma Bangsa Utama, lalu menuju jalan Kusuma Bangsa I hingga VI. (Way)

Hits: 0