Pengamat Beri 3 Saran untuk Perkuat Posisi Wayan Koster di Pilgub Bali 2024

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Wayan Koster punya kans besar untuk kembali jadi gubernur Bali jilid kedua. aspirasi masyarakat juga telah mengerucut mengusulkan kembali I Wayan Koster di posisi tertinggi pemerintahan DK 1.

Pengamat Kebijakan Publik yang juga Direktur Politeknik elBajo Commodus Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si memberikan 3 saran kepada inkumben Wayan Koster.

Pertama, kata Dasi Astawa, Koster perlu menjelaskan kepada publik pencapaian yang telah dilakukan selama memimpin Bali di periode sebelumnya.

“Jelaskan kepada publik melalui media massa agar masyarakat tahu apa yang sudah dikerjakan petahana,” kata Dasi Astawa

Kedua, sebagai petahana harus memikirkan kebutuhan anak muda sebagai pemilih terbesar. Ketiga, terkait dengan persoalan gender dan manula yang harus jadi perhatian dan jadi program pemerintahan ke depan.

“Pak Koster secara rigid dan detail menjelaskan kepada publik melalui media massa pencapaian selama lima tahun baik di bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli. Itu yang dirasakan masyarakat,” sarannya.

Dasi Astawa juga menyoroti terkait program kesejahteraan dan kesehatan manula. Termasuk, membuat program gender. Menurutnya, pemilih saat ini didominasi perempuan dan anak muda yang berada di angka 51 persen.

“Komposisi pemilih adalah wanita dan generasi muda. Oleh karena itu Pak Koster mesti menjelaskan secara detail dan rigid program yang telah dilakukan dan akan dilakukan,” ujarnya.

Jika sampai saat ini banyak isu mencuat soal sosok yang layak jadi tandem, Dasi Astawa menilai, rekomendasi lebih penting ketimbang memikirkan pasangan yang akan mendampingi Wayan Koster di periode kedua Gubernur Bali.

Dasi Astawa mengulang pernyataannya, untuk menguatkan posisinya, Wayan Koster perlu menjelaskan pencapaian selama lima tahun memimpin Bali.

“Jadi kerja Pak Koster hari ini adalah secara terus menerus menjelaskan kepada masyarakat apa yang sudah dikerjakan melalui program Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Bali Era Baru,” kata Dasi Astawa. (*)

KORANJURI.com di Google News