Pengacara Edi bin Atu Tak Mengetahui Kliennya DPO Polisi

    


Surat Penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Edy Bin ATU Bin Ayoeb yang dikeluarkan Polres Pangkalpinang - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Edi Bin Atu diduga tanpa legalitas resmi mengajukan Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Pangkalpinang dengan nomor: 31/Pdt.G/2021/PN Pgp, tertanggal 12 April 2021.

Seperti dilansir rakyatmerdekanews.com, Pengacara Donny Ranap Manurung sebagai kuasa hukum Edi Bin Atu, mengaku tidak mengetahui kalau kliennya tersebut berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Pangkalpinang sejak Februari 2020.

Donny Ranap Manurung menerima surat kuasa khusus dari Edi Bin Atu pada bulan April 2021. Status DPO sendiri dikeluarkan oleh oleh Polres Pangkalpinang bernomor surat DPO/II/RES.2.2.2020. Edi Bin Atu yang diduga tanpa legalitas, mengajukan gugatan perdata atas lahan milik Prof. Dr. dr. Suryapranata Haryanto. SpJP, . Ph.d., MD., yang sudah bersertifikat Nomor :29.01.04.02.3.01102. Lahan tersebut terletak di jalan Depati Hamzah RT.004 RW.02, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.

Sebelumnya, Donny Ranap Manurung sudah tidak diijinkan oleh Mantan Ketua DPD Gerindra Babel Dedi Yulianto, dalam membela kliennya menggunakan nama Partai. Karena itu bukan untuk kepentingan internal partai.

Edi Bin Atu ditangkap usai menjalani Sidang Gugatan Perdata di Parkiran mobil Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Senin (10/5/2021). Saat diamankan Edi Bin Atu didampingi Pengacaranya Donny Ranap Manurung.

Pihak Poresta Pangkalpinang membenarkan penangkapan yang dilakukan Senin (10/5/2021) sekitar pukul 14.20 WIB.

Edi Bin Atu memasang Plang dilahan Milik Prof. DR dr Suryapranata Haryanto, diduga melanggar Pasal 6 huruf b Undang undang RI Nomor 51 PRP tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya. (Bob)