Pengabdian Masyarakat, UMPurworejo Terapkan Platform BengkelMu di Kalibawang, Wonosobo

    


Tim dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) dan Program Studi Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM Purworejo), melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan bantuan platform bagi Persatuan Pengusaha Bengkel Otomotif Kalibawang, Wonosobo, Kamis (21/07/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) dan Program Studi Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo), melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan bantuan platform bagi Persatuan Pengusaha Bengkel Otomotif Kalibawang, Wonosobo pada Kamis (21/07/2022).

Kegiatan tersebut merupakan realisasi dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Dalam kegiatan yang dihadiri para pimpinan bengkel se Kecamatan Kalibawang, Wonosobo itu, Ketua Tim Pelaksana Dr. Suyitno, M.Pd., menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menerapkan sebuah platform yang dapat digunakan oleh setiap bengkel sepeda motor dalam pengelolaan manajemen agar lebih mudah dalam pemantauan administrasi bengkel.

“Kegiatan ini akan terus dilakukan dalam pendampingan kegiatan pengabdian masyarakat di daerah dalam salah satu program pengabdian masyarakat untuk membantu masyarakat sekitar kampus,” kata Suyitno.

Usai pemaparan dari ketua Tim Pelaksana, dilanjutkan dengan pelatihan teknologi sepeda motor dan penggunaan platform BengkelMu yang dipandu oleh Wahju Tjahjo Saputro, S.Kom., M.Cs.

“Semoga platform ini bisa memberikan dampak positif bagi para bengkel yang menggunakan platform ini,” kata Wahju, usai pelatihan.

Dari pengakuan peserta, mereka merasakan kebermanfaatan dari pelatihan tersebut. Salah satu peserta atas nama Riyadi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu para bengkel di kecamatan Kalibawang dalam pengelolaan dan manajemen bengkel.

“Semoga, kedepan akan ada pelatihan-pelatihan yang serupa untuk membantu masyarakat sekitar,” ujar Riyadi.

Peserta lain, Agung berharap, pendampingan dan pemberian bantuan platform ini dapat memberikan dampak nilai ekonomis ke bengkel-bengkel sepeda motor. (Jon)