Pendapat Saksi Ahli UGM Terkait Gugatan terhadap Yayasan Baru Akper Pemkab Purworejo

oleh
Dewa Antara, SH, pengacara penggugat dari Yayasan Manggala Praja Adi Purwa - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gugatan perdata terhadap Yayasan Manggala Praja Adi Purwa Purworejo (YMPAPP) selaku yayasan baru pengelola Akper Pemkab Purworejo yang dilakukan tiga pembina Yayasan Manggala Praja Adi Purwa (YMPAP), sebagai pendiri Akper Pemkab Purworejo (Akta 35 tahun 2002), Kamis (11/02/2021), memasuki pemeriksaan saksi ahli dari pihak penggugat.

Dalam sidang yang diketuai Hakim Samsumar Hidayat, SH, MH, itu, dari pihak penggugat, mendatangkan Irna Nurhayati, S.H, M.Hum, LL.M, Ph.D, dosen Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Menurut Dewa Antara, SH, selalu pengacara penggugat, pihaknya mendatangkan saksi ahli tersebut, untuk membuktikan adanya perbuatan melawan hukum dalam rapat pembina yang dilakukan bersama-sama dengan bapak Kelik Sumrahadi.

“Dari keterangan yang disampaikan saksi ahli tersebut, kesimpulannya, bahwa akte no 1 tahun 2016 bermasalah secara hukum,” jelas Dewa Antara.

Karena, kata Dewa, salah menerapkan pasal yang menjadi dasar rapat pembina, seharusnya pasal 22 Akta no 35 tahun 2002 dan juga UU yayasan, persoalan penguduran diri pembina yang telah dicabut lagi dan restrukturisasi pembina, serta adanya pemalsuan surat keterangan.

“Seharusnya notaris Sri Kasriyani menclearkan persoalan ini terlebih dahulu sebelum membuat akta notaris,” jelas Dewa Antara.

Untuk selanjutnya, ujar Dewa, sidang ditunda hingga tanggal 24 Februari 2021, dengan agenda pemeriksaan saksi dari para tergugat. (Jon)

KORANJURI.com di Google News